Rusia Bersedia Tampung Uranium Teheran sebagai Syarat Iran dan AS Berdamai

17 hours ago 10

loading...

Rusia bersedia tampung uranium yang diperkaya milik Teheran sebagai bagian dari syarat perdamaian Iran dan AS. Foto/Pravda

MOSKOW - Rusia telah menawarkan diri sebagai penampung uranium yang diperkaya Iran sebagai bagian dari syarat kesepakatan damai di masa depan antara Iran dengan Amerika Serikat (AS). Tawaran ini disampaikan Kremlin pada hari Senin.

Perundingan damai antara Teheran dan Washington gagal mencapai kesepakatan di Islamabad selama akhir pekan. Kegagalan ini telah menghancurkan harapan akan kesepakatan cepat untuk mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang dan menjerumuskan ekonomi global ke dalam kekacauan sejak dimulai pada 28 Februari.

Baca Juga: AS Blokade Selat Hormuz, 15 Kapal Perang hingga Jet Tempur Siluman F-35 Dekati Iran

Rusia, yang memiliki persediaan senjata nuklir terbesar di dunia, telah berulang kali menawarkan untuk menampung uranium yang diperkaya milik Iran sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian apa pun.

“Usulan ini disampaikan oleh Presiden [Vladimir] Putin dalam kontak dengan Amerika Serikat dan negara-negara regional. Tawaran itu masih berlaku, tetapi belum ditindaklanjuti,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip dari AFP, Selasa (14/4/2026).

Kremlin juga mengkritik ancaman Trump untuk memblokade Selat Hormuz, jalur perairan vital yang telah lumpuh sejak AS dan Israel mulai menyerang Iran pada akhir Februari.

“Tindakan seperti itu kemungkinan akan terus berdampak negatif pada pasar internasional,” kata Peskov.

AS Ingin Iran Bekukan Pengayaan Uranium

Sementara itu, perselisihan mengenai aktivitas nuklir Teheran menjadi poin utama yang diperdebatkan dalam negosiasi akhir pekan antara Iran dan AS di Islamabad, Pakistan. Washington telah mengusulkan pembekuan pengayaan uranium Iran selama 20 tahun dalam proposalnya, tetapi Teheran mengatakan hanya dapat menyetujuinya selama lima tahun, menurut laporan The New York Times dan Wall Street Journal.

Menurut laporan-laporan tersebut, AS dan Iran bertukar proposal tentang penangguhan aktivitas nuklir Iran selama perundingan di Islamabad, tetapi tetap berbeda pendapat mengenai lamanya kesepakatan.

Teheran telah mengusulkan penangguhan pengayaan uranium hingga lima tahun—tawaran yang ditolak oleh pemerintahan Trump, yang bersikeras pada 20 tahun, menurut laporan New York Times yang mengutip dua pejabat senior Iran dan satu pejabat AS.

Perkembangan ini menandai perubahan besar dari tuntutan pemerintahan Donald Trump sebelumnya agar Teheran mengakhiri pengayaan uraniuam secara permanen di tengah kekhawatiran bahwa hal itu dapat memberikan jalan bagi Teheran untuk membuat senjata nuklir.

Menurut ilmuwan politik Ian Bremmer, di tengah perbedaan pendapat, AS dan Iran mungkin akan mencapai kesepakatan mengenai penangguhan pengayaan uranium selama 12,5 tahun.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |