loading...
Para pakar menilai pangkalan-pangkalan militer AS di Teluk praktis lumpuh akibat serangan balasan Iran. Foto/The Statesman
RIYADH - Setidaknya selusin pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di seluruh wilayah Teluk telah rusak parah akibat serangan balasan Iran atas agresi gabungan Amerika dan Israel. Para pakar menggambarkanya sebagai "praktis lumpuh" karena sekarang kehadiran mereka menciptakan kerentanan yang jauh lebih besar daripada manfaatnya.
Pengungkapan awal tentang kondisi pangkalan-pangkalan tersebut pertama kali dilaporkan The New York Times, yang digambarkan sebagai "hampir tidak layak huni".
Baca Juga: Inilah Product 358, Rudal Murah Iran yang Menembak Jet Tempur Siluman F-35 AS
Pemerintahan Presiden Donald Trump belum mengakui sejauh mana kerusakan yang terjadi.
"Ini adalah arsitektur fisik dari supremasi Amerika, dan Iran pada dasarnya telah membuatnya praktis lumpuh dalam kurun waktu satu bulan," kata Marc Lynch, direktur Proyek Ilmu Politik Timur Tengah di Universitas George Washington, pada konferensi tahunan Arab Center Washington DC.
"Kita tidak melihat laporan yang lengkap dan akurat tentang sejauh mana kerusakan yang telah terjadi pada pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut," ujarnya, seperti dikutip Middle East Eye, Jumat (10/4/2026).
Akses ke situs-situs militer tersebut—beberapa di antaranya adalah pusat logistik dan tidak selalu merupakan pangkalan aktif—dikendalikan secara ketat oleh Pentagon dan negara-negara Teluk itu sendiri: Bahrain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, dan Oman.
Bulan lalu, mereka melarang pengambilan foto dan penyebaran video rudal di wilayah udara mereka, yang menyebabkan banyak orang berspekulasi apakah motifnya adalah untuk melindungi pangkalan AS saat mereka melancarkan serangan ke Iran.
Para pemimpin Teluk sebelumnya telah berjanji untuk tidak mengizinkan AS menggunakan pangkalan di wilayah mereka untuk perang.
"Teman-teman saya di wilayah itu akan mengirimkan saya foto-foto pangkalan di Bahrain," kata Lynch, merujuk pada Naval Support Activity di pulau itu, yang merupakan markas Armada Kelima AS dan menampung sekitar 9.000 personel militer.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4203050/original/004339100_1666688306-Aplikasi_Whatsapp_Down-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5451323/original/095880900_1766281401-Daftar_Aplikasi_dan_Game_Paling_Banyak_Diunduh_di_Indonesia_01.jpg)








