loading...
Masjid Al-Haram sudah dikenal sejak zaman Jahiliyah. Maka, penyebutan namanya bukan hal asing, sebab Kakbah dan sekitarnya adalah rumah pertama yang ada di muka bumi. Foto ilustrasi/ist
Masjid pertama yang dibangun di muka bumi penting diketahui umat Muslim. Sebagai rumah ibadah bagi umat Islam, masjid memiliki arti tempat bersujud. Sebutan lain bagi masjid adalah musala, langgar atau surau.
Masjid sendiri berasal dari kata sajada yang berarti sujud atau tunduk. Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa tempat yang paling dicintai (disukai) Allah Ta'ala adalah masjid , dan tempat paling dibenci Allah adalah pasar. Sahabat Abu Dzar radhiallahu 'anhu pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam tentang masjid yang pertama kali dibangun di muka bumi:
يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ فِي الْأَرْضِ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ سَنَةً
"Wahai Rasulullah, masjid apa yang dibangun pertama kali di muka bumi?" Beliau SAW menjawab: "Masjid Al-Haram." Aku (Abu Dzar) berkata: lalu apalagi?" Beliau menjawab: "Masjid Al-Aqsha." Aku bertanya lagi: "Berapa lama jarak keduanya?” Beliau menjawab: "Empat puluh tahun." (HR. Bukhari No. 3186, Muslim No. 520)
Menurut Ustaz Farid Nu'man Hasan (dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia), Masjid Al-Haram sudah dikenal sejak zaman Jahiliyah. Maka, penyebutan namanya bukan hal asing, sebab Kakbah dan sekitarnya adalah rumah pertama yang ada di muka bumi.
Baca juga: Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Adapun yang dimaksud dibangun dalam hadis ini adalah fondasi dari kedua masjid itu. Sebab jika makna keduanya adalah masjid yang utuh, maka ada yang janggal menurut sebagian ulama. Berkata Imam Ibnul Jauzi rahimahullah – seperti dikutip Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah:
"Dalam hadis ini terdapat musykil (janggal), karena Nabi Ibrahim membangun Kakbah dan Nabi Sulaiman membangun Baitul Maqdis, padahal antara keduanya (Ibrahim dan Sulaiman) terpaut jarak lebih dari seribu tahun. (Fathul Bari, 6/408)
Ya, karena memang di beberapa riwayat sahih disebutkan bahwa Nabi Ibrahim 'alaihissalam membangun Ka'bah dan Nabi Sulaiman 'alaihissalam yang membangun Masjidil Aqsha. Maka, hadis di atas harus dipahami bahwa yang dibangun saat itu adalah fondasinya. (Baca Juga: Ka'bah Juga Pernah Mengalami Kebanjiran)


















































