Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya

6 hours ago 10

loading...

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tidak jadi dibubarkan atas arahan Presiden Prabowo. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) tidak jadi dibubarkan diganti Société Générale de Surveillance (SGS). Hal itu diuangkapkan Presiden Prabowo Subianto karena telah melihat adanya perbaikan kinerja.

"Pak Prabowo sudah melihat ada perbaikan yang signifikan di Bea Cukai, kalau dulu dia bilang bubarkan, sekarang dia pernah bilang di salah satu rapat dengan kabinet, Bea Cukai bisa diperbaiki dan harus bisa diperbaiki. Itu adalah sinyal yang clear bahwa ada perkembangan positif di Bea Cukai yang diakui oleh pimpinan kita, jadi kemungkinannya si Bea Cukai akan tetap bertahan," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Selasa (21/7/2026).

Baca Juga: Purbaya Ancam Bubarkan Bea Cukai, 16.000 Pegawai Dirumahkan

Purbaya menyebutkan pembenahan performa Bea Cukai tak lepas dari rotasi dan perombakan struktural pada jajaran pimpinan. Saat ini, posisi-posisi penting dalam direktorat tersebut telah diisi oleh pejabat yang dinilai berintegritas. Dampak dari pembenahan tersebut terlihat pada peningkatan penerimaan Bea Cukai yang tumbuh sekitar 7%, serta penurunan peredaran barang-barang selundupan di pasar secara signifikan.

Selain itu, peningkatan penindakan terhadap rokok ilegal juga masif dilakukan di berbagai wilayah. "Terus Bea Cukai aktif melakukan penangkapan-penangkapan terhadap peredaran rokok ilegal sekarang banyak sekali itu," ungkap Purbaya.

Baca Juga: Purbaya Ancam Bekukan Bea Cukai, Ini Negara-negara yang Serahkan BC ke Asing

Adapun realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai per Semester I 2026 mencapai Rp152,02 triliun, atau sekitar 45,2% dari target APBN 2026 yang sebesar Rp336 triliun. Capaian tersebut tumbuh 3,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) yang didorong oleh peningkatan setoran cukai, namun pemerintah memproyeksikan potensi shortfall (tidak mencapai target) sekitar Rp15,4 triliun hingga akhir tahun.

(nng)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |