Mengenal Grisna Anggadwita, Dosen Telkom University Pejuang Inklusi Disabilitas

2 hours ago 3

loading...

Grisna Anggadwita, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom. Foto/Istimewa.

JAKARTA - Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia masih tergolong besar, namun belum sepenuhnya diiringi dengan kesempatan ekonomi yang setara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 mencatat, terdapat sekitar 22,97 juta penyandang disabilitas di Tanah Air.

Dari jumlah tersebut, sekitar 17 juta berada pada usia produktif, tetapi hanya sekitar 45 persen yang terserap di dunia kerja. Ironisnya, mayoritas dari mereka, sekitar 83 persen, bekerja di sektor nonformal, sehingga potensi ekonomi yang belum tergarap diperkirakan mencapai 66,7 persen.

Baca juga: Cerita Nur Agis Aulia, Peraih Beasiswa Tanoto yang Sukses Jadi Wakil Wali Kota Serang

Gambaran yang lebih suram juga dirilis International Labour Organization (ILO). Hingga Desember 2024, hampir 90 persen penyandang disabilitas di Indonesia tercatat tidak bekerja atau masih aktif mencari pekerjaan.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian serius Grisna Anggadwita, dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University . Selama bertahun-tahun, Grisna aktif melakukan riset sekaligus pendampingan terhadap kelompok minoritas, termasuk penyandang disabilitas.

“Potensi penyandang disabilitas itu sangat besar, tetapi sering kali tidak tergali. Tantangan utama mereka sebenarnya soal akses. Kemampuan mereka bisa setara dengan siapa pun, tinggal apakah diberi kesempatan yang sama atau tidak,” ujar Grisna.

Baca juga: 176 Mahasiswa dari 10 Kampus Ternama Resmi Jadi Penerima Beasiswa Teladan 2026

Berangkat dari temuan risetnya, Grisna tak memilih diam. Ia merancang platform pembelajaran khusus bagi penyandang disabilitas, dengan tujuan meningkatkan motivasi dan keterampilan praktis. Upaya tersebut juga diperluas melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi dan berbagai lembaga untuk membangun strategi pemberdayaan yang lebih menyeluruh.

“Pemberdayaan kaum minoritas idealnya melibatkan banyak pihak, bukan berjalan sendiri-sendiri,” katanya.

Konsisten Mengkaji Dunia Kaum Minoritas

Ketertarikan Grisna pada isu kelompok rentan bermula sejak menempuh studi Magister Sains Manajemen di Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2013. Saat itu, ia meneliti kewirausahaan perempuan dan menemukan bahwa kesetaraan gender yang kerap digaungkan belum sepenuhnya terwujud di lapangan.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |