Kapal Induk USS Abraham Lincoln Bisa Kewalahan Lawan Iran, Ini 9 Alasannya

2 hours ago 2

loading...

Kapal induk USS Abraham Lincoln dilihat dari atas. Foto/usn

TEHERAN - Kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln (CVN-72) dikerahkan mendekati wilayah Timur Tengah dalam ketegangan dengan Iran. Namun, sejumlah ahli pertahanan menyuarakan satu hal: meskipun merupakan salah satu platform militer paling canggih di dunia, Abraham Lincoln tidak kebal terhadap beragam ancaman modern yang dipunya Republik Islam Iran.

USS Abraham Lincoln yang dipandang sebagai “raja laut” itu justru bisa menghadapi tantangan besar yang berpotensi mengekspos kekurangannya dalam konflik berintensitas tinggi versus Iran di zona strategis seperti Teluk Persia, Selat Hormuz dan sekitarnya.

1. Ancaman Drone Swarm yang Sulit Diantisipasi

Salah satu kelemahan utama yang disebutkan analis adalah ancaman dari swarms drone tak berawak yang bisa diluncurkan Iran dalam jumlah besar. Model serangan ini memanfaatkan platform drone murah dan mudah diproduksi—tidak sebanding dengan biaya dan kompleksitas pertahanan kapal induk yang mahal—untuk melumpuhkan sistem pertahanan antipesawat dengan saturasi.

Para ahli memperingatkan sistem pertahanan kapal induk dan kapal pendamping tidak dirancang untuk menghadapi gelombang simultan dari ratusan drone kecil yang bergerak cepat sekaligus. Dalam skenario semacam ini, sejumlah drone bisa lolos dari jaring pertahanan karena sistem harus memilih target mana yang akan dihadapi terlebih dahulu, yang pada gilirannya bisa membuat pertahanan terpecah dan kewalahan.

2. Asimetri Biaya: Murah vs Sangat Mahal

Dalam konflik konvensional, Amerika Serikat unggul dalam teknologi dan sumber daya. Namun ancaman Iran sangat asimetris secara ekonomi.

Drone atau rudal murah yang diluncurkan dalam jumlah banyak oleh Tehran mampu memaksa AS mengeluarkan misil intercept bernilai jutaan dolar satu per satu untuk menangkisnya.

Kapal induk dan kapal perusaknya dilengkapi dengan sistem pertahanan mutakhir—termasuk peluru kendali dan radar canggih—namun sistem ini menjadi kurang efisien jika diuji oleh balistik ekonomi yang tak seimbang antara biaya pencegahan dan biaya serangan. Ketidaksetaraan ini membuka peluang bagi Iran untuk menguras persediaan pertahanan AS lebih cepat dari yang bisa digantikan.

3. Lingkungan Geografis yang Membatasi Manuver

USS Abraham Lincoln dipersenjatai untuk beroperasi di laut lepas, tetapi zona konflik dengan Iran terutama berada di perairan yang lebih sempit seperti Teluk Persia, Selat Hormuz, dan Laut Arab. Di area semacam ini, ruang gerak taktis kapal besar seperti kapal induk sangat dibatasi.

Geografi sempit ini memaksa kapal induk harus berada lebih dekat dengan garis pantai musuh untuk menjangkau target, yang sekaligus membuatnya lebih rentan terhadap rudal pesisir dan operasi musuh dari darat maupun laut. Iran memiliki banyak pangkalan darat dan sistem rudal pantai yang dapat mengancam kapal induk jika berada dalam jangkauannya, terutama bila konflik makin meluas.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |