Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?

16 hours ago 15

loading...

Ulama bernama KH Ahmad Bahauddin Nursalim itu mengatakan, lebih baik kambing untuk satu orang daripada patungan 1 sapi untuk 7 orang. Foto ilustrasi/ist

Mana yang lebih baik kurban 1 ekor kambing atau patungan 1 ekor sapi dibagi 7 orang? Pertanyaan ini selalu muncul tentang ibadah kurban Iduladha. Kurban patungan sendiri sudah menjadi tradisi yang lazim dilakukan umat muslim di Indonesia.

Berikut pendapat Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur'an LP3IA Kragan, Rembang ini terkait penyelenggaran kurban yang akan tiba sebentar lagi. Dalam satu kajian yang diunggah oleh Channel Santri Gayeng, Gus Baha menjelaskan risiko hukum kurban sapi melalui cara urunan (patungan) 7 orang.

Ulama bernama KH Ahmad Bahauddin Nursalim itu mengatakan, lebih baik kambing untuk satu orang daripada patungan 1 sapi untuk 7 orang. Gus Baha pun menukil pendapat Imam Malik, sebagian ulama mensyaratkan tujuh orang (untuk 1 sapi) itu yang berkurban harus satu keluarga.

Tujuannya supaya bisa serentak membawa satu keluarga masuk surga, jadi tidak membawa istri orang lain. Gus Baha berpendapat, daripada satu ekor sapi patungan banyak orang, lebih baik berkurban kambing satu ekor.

Baca juga: Yuk, Kenali Dulu Syarat Hewan Kurban Sebelum Iduladha Tiba!

Untuk diketahui, dalam berkurban ada hikmah bahwa hewan yang dikurbankan akan menjadi kendaraan yang membawa ahli kurban ke surga. Maka dari itu, akan lebih baik jika para ahli kurban yang patungan berasal dari satu keluarga. Berikut ceramah Gus Baha:

"Pada hari raya kurban, saya pernah mendapatkan dua pertanyaan yang kriminal semua. Gara-gara kurban urunan (patungan). Sekarang marak iuran Rp2 juta dapat sapi. Kalau Rp2 juta kali 7 dapat berapa? Rp14 juta. Yang bertanya bukan dari kalangan NU.

"Pak Baha, katanya kalau sapi satu itu dinaiki 7 orang. Semisal kalau sapi limusin itu harganya kan Rp70 juta. Kalau iuran orang 7 kan berat. Misalnya iuran orang 20, anggap saja kuat (sapi limusin) dinaiki 20 orang." (hehehe)

Setelah bertanya kepada saya karena saya guyoni. Kalau orang nasionalis itu kan biasa. Misalnya istrinya Rukhin kerja ngajar di SD Wonokromo, Rukhin kerja ngajar di SD Kotagede. Orang nasional kan biasa seperti itu. Yang tanya saya itu orang nasional, ya tidak NU ya tidak Muhammadiyah. Hanya saja suka Islam.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |