loading...
Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Dr Cira Rosita Sigit Prakoeswa dr SpDVE (kedua dari kanan) saat Konferensi Pers Siaga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Senin (16/3/2026). Foto/Masdarul Kh
SURABAYA - RSUD Dr Soetomo menyiapkan 7.081 tenaga kesehatan dan petugas yang disiagakan selama libur Hari Raya Idulfitri 2026 . Mulai dari dokter subspesialis, dokter spesialis, perawat, hingga petugas lainnya seperti kasir.
Mereka juga menyiapkan berbagai fasilitas penunjang untuk mengantisipasi lonjakan pasien. Direktur RSUD Dr Soetomo Prof Dr Cira Rosita Sigit Prakoeswa dr SpDVE mengatakan, tenaga medis yang disiagakan bertugas dengan sistem jaga langsung di rumah sakit (onsite) maupun sistem panggilan (on call) untuk memastikan pelayanan tetap berjalan optimal. Baca juga: Operasi Pemisahan di RSUD Dr Soetomo Sukses, Bayi Kembar Siam Pulang ke Lombok Timur
Pihaknya juga menyiapkan berbagai sarana dan prasarana penunjang, mulai dari ketersediaan obat-obatan, darah, alat kesehatan, hingga sistem pelayanan rujukan terpadu. “Untuk sarana prasarana seperti obat-obatan, darah, alat kesehatan, dan sistem rujukan terpadu juga sudah kami siapkan agar pelayanan tetap berjalan dengan baik selama libur Lebaran,” katanya saat Konferensi Pers Siaga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Senin (16/3/2026).
Cita menambahkan, berdasarkan pengalaman Lebaran tahun sebelumnya, sebagian besar pasien yang datang bukan karena kecelakaan, melainkan penyakit metabolik dan gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan pola hidup. Beberapa penyakit yang paling banyak ditemukan, antara lain kelainan darah, gangguan metabolik seperti diabetes dan hipertensi, kelainan elektrolit, serta gangguan saluran pencernaan seperti diare dan muntah.
RSUD Dr Soetomo menyiagakan sebanyak 7.081 tenaga kesehatan dan petugas yang disiagakan selama libur Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran 2026. Mereka juga menyiapkan langkah pencegahan bagi pasien dengan penyakit kronis, termasuk memastikan ketersediaan obat sebelum masa libur panjang. Baca juga: Asal Muasal Perayaan Idulfitri, Begini Sejarahnya!
“Pada libur Lebaran tahun lalu, penyakit yang paling banyak kami tangani justru bukan kecelakaan, tetapi lebih banyak penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, serta gangguan gastrointestinal seperti diare dan muntah,” terangnya.
(poe)







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1233197/original/051827400_1463211299-WhatsApp_Web_kirim_dokumen.jpg)










