Kemenhaj Siagakan 19 Mobil Golf di Mina, Bantu Jemaah Lansia dan Kelelahan

4 hours ago 3

loading...

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengerahkan 19 unit mobil golf di kawasan Mina. Foto/SindoNews

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah ( Kemenhaj ) mengerahkan 19 unit mobil golf di kawasan Mina. Mobil golf tersebut untuk membantu jemaah haji Indonesia yang mengalami kelelahan, lanjut usia (lansia), hingga terpisah dari rombongan saat fase lontar jumrah berlangsung.

Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff mengatakan armada mobil golf tersebut menjadi bagian dari penguatan layanan perlindungan jemaah selama puncak ibadah haji di Armuzna.

“Mobil golf ini disiapkan untuk membantu jemaah haji Indonesia yang mengalami kelelahan, jemaah yang lanjut usia, serta jemaah yang terpisah dari rombongan maupun jemaah yang kehilangan arah setelah melaksanakan lontar jumrah dan tidak memiliki kondisi fisik yang baik,” kata Maria, Jumat (29/5/2026).

Baca juga: Kemenhaj Siagakan Mobile Crisis Rescue Perkuat Respons Cepat Tanggap Kedaruratan di Mina

Menurut dia, armada tersebut disiagakan aktif di sejumlah titik. Khususnya di sekitar pintu keluar Jamarat untuk menjangkau jemaah yang membutuhkan bantuan secara cepat.

“Armada tersebut disiagakan secara aktif dan bergerak menyisir titik-titik strategis, khususnya berada di sekitar pintu keluar Jamarat guna memastikan setiap jemaah yang membutuhkan pertolongan dapat segera dijangkau dan mendapatkan pendampingan secara cepat,” ujarnya.

Maria menjelaskan, pengerahan mobil golf dilakukan untuk menjawab tingginya mobilitas jemaah dan kepadatan di area Jamarat selama pelaksanaan lontar jumrah.

Lihat video: PUNCAK IBADAH HAJI 2026

Selain membantu jemaah yang kelelahan, petugas di lapangan juga melakukan pendampingan terhadap jemaah yang terpisah dari rombongan serta memastikan mereka dapat kembali ke tenda masing-masing dengan aman.

“Petugas di lapangan bergerak sigap membantu jemaah yang mengalami kelelahan, kemudian mengevaluasi jemaah di jalur-jalur padat, mendampingi jemaah pula yang terpisah dari rombongan, dan memastikan para jemaah dapat kembali ke tenda masing-masing dalam kondisi selamat dan aman,” ucapnya.

Dalam mendukung layanan di fase Mina, Kemenhaj RI juga menyiagakan 1.356 petugas Satgas Mina yang ditempatkan di sejumlah titik pantau dan jalur pergerakan jemaah menuju Jamarat.

Pos pantau Satgas Mina ditempatkan di sejumlah titik strategis seperti Jalan 616, Jalan 535, depan Mina Al-Wadi Hospital, Jalan 627, bawah Jalan Abdullah bin Abdul Aziz, hingga gerbang terowongan Muaisim Turki.

Selain itu, PPIH turut menempatkan Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat Mina untuk memberikan pertolongan pertama, evakuasi darurat, hingga membantu mengurai kepadatan jemaah.

“MCR dibentuk khusus untuk bisa menangani berbagai kondisi kedaruratan, antara lain jemaah yang mungkin pingsan, tersesat, maupun juga mengalami kelelahan ekstrem, terpisah dari rombongan, bahkan hingga evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” jelas Maria.

Kemenhaj RI juga mengimbau jemaah untuk tidak melaksanakan lontar jumrah pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu Arab Saudi guna menghindari cuaca panas ekstrem dan kepadatan arus jemaah di kawasan Jamarat. Jemaah diminta tetap bergerak secara berkelompok, mengikuti arahan petugas, serta tidak memisahkan diri dari rombongan selama pelaksanaan fase Mina.

(cip)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |