Kabel Diplomatik Ungkap Perang Iran Merugikan AS di Berbagai Bidang di Seluruh Dunia

4 hours ago 5

loading...

Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono. Foto/anadolu

WASHINGTON - Perang Iran membahayakan hubungan keamanan global Amerika Serikat (AS) dan merusak reputasinya, terutama di kalangan umat Muslim dunia. Data itu menurut serangkaian kabel Departemen Luar Negeri yang diperoleh POLITICO.

Kabel-kabel tersebut, tertanggal Rabu, menggambarkan dampak perang terhadap posisi Amerika di tiga negara di berbagai belahan dunia: Bahrain, Azerbaijan, dan Indonesia.

Para diplomat AS di kedutaan besar di ibu kota negara-negara tersebut melukiskan gambaran yang mengerikan tentang Amerika yang dikepung di berbagai media oleh aktor pro-Iran yang sangat lincah di ruang digital.

Di Azerbaijan, hubungan yang sebelumnya membaik secara signifikan kini stagnan, dan tampaknya mulai goyah.

Pemerintah Bahrain menghadapi pertanyaan tentang apakah AS meninggalkannya untuk berjuang sendiri melawan drone dan rudal Iran.

Dan pemimpin Indonesia dapat menghadapi seruan yang semakin meningkat untuk mengurangi hubungan keamanan dengan AS.

Beberapa kabel menggambarkan sentimen anti-AS. Sentimen yang dirasakan berdampak langsung, sementara yang lain menimbulkan kekhawatiran bahwa hubungan dapat terancam jika perang berlanjut lebih lama.

Secara keseluruhan, dokumen-dokumen tersebut menggambarkan situasi di negara-negara di mana AS kehilangan kepercayaan penduduk, dan berpotensi juga kepercayaan pemerintah mereka.

Dokumen-dokumen tersebut berisi permintaan terselubung kepada pemerintahan Trump untuk memberi wewenang kepada kedutaan besar Amerika untuk melawan narasi negatif tersebut secara daring dan di media tradisional.

Kedutaan besar perlu "memiliki kebebasan menggunakan media sosial yang fleksibel, cepat, dan proaktif untuk menghadapi tantangan dalam memberikan dampak di ruang digital yang penuh sesak," demikian argumen dokumen kedutaan besar dari Jakarta, Indonesia.

Kedutaan besar AS telah diinstruksikan untuk tidak membuat konten asli tentang perang Iran untuk dibagikan secara publik dan sebagian besar dibatasi untuk memposting ulang pesan yang disetujui dari Gedung Putih atau markas besar Departemen Luar Negeri secara daring, menurut seorang diplomat AS dan dokumen lain yang diperoleh POLITICO.

Fakta bahwa dokumen-dokumen tersebut dikirim menunjukkan situasi di negara-negara tersebut semakin memburuk.

Hal itu karena banyak diplomat AS menjadi takut untuk bersuara di bawah pemerintahan Trump setelah pemerintahan tersebut sebagian besar mengesampingkan mereka dari keputusan kebijakan luar negeri utama, memecat banyak anggota Dinas Luar Negeri, dan menekankan "kesetiaan" bagi mereka yang tersisa, kata dua diplomat AS.

Akibatnya, "kantor-kantor perwakilan sangat berhati-hati dalam memilih topik dan cara mereka menyampaikan sesuatu," kata salah satu diplomat, yang meminta anonimitas seperti diplomat lainnya karena takut akan pembalasan.

Sebaliknya, kepemimpinan Iran menggunakan bot, meme, dan alat-alat lain di berbagai platform untuk melemahkan AS di ruang media. Para diplomatnya juga telah beralih ke kontak mereka di bidang keagamaan, budaya, dan sosial untuk membangun simpati bagi Teheran.

Dimintai komentar, juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott mengatakan, “Tindakan Presiden Trump membuat Amerika Serikat, generasi mendatang, dan seluruh dunia lebih aman dengan mencegah rezim Iran memperoleh senjata nuklir. Itulah kenyataannya, dan seluruh pemerintahan sejalan dalam upaya tersebut.”

Mempertanyakan Loyalitas AS di Bahrain

Bahrain dan AS adalah sekutu yang setia, dan negara Timur Tengah ini menjadi tuan rumah pangkalan militer Amerika yang berfungsi sebagai markas besar Armada Kelima Angkatan Laut AS.

Namun, perang Iran telah menyebabkan persepsi publik bahwa AS meninggalkan Bahrain untuk fokus melindungi Israel, menurut dokumen rahasia dari ibu kota Bahrain, Manama.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |