loading...
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Foto: Instagram Sekretariat Kabinet
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Iwan Setiawan mengapresiasi sikap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang dinilai tidak defensif dan memilih mengabaikan berbagai serangan personal di media sosial, tapi tetap cekatan dalam mengurus negara. Pola komunikasi impersonal yang meminimalkan drama personal dan memaksimalkan penjelasan berbasis data tersebut dinilai sebagai fondasi krusial yang dibutuhkan pemerintahan saat ini untuk menjaga stabilitas nasional dan menekan kegaduhan publik yang tidak produktif.
Menurut Iwan, di era digital seperti sekarang ini, pejabat negara memang harus cerdas mengelola dan menguasai strategi komunikasi. Langkah Seskab Teddy memilah respons ini menjadi sorotan penting di tengah dinamika konsolidasi kabinet.
“Bagi saya, sikap Seskab Teddy yang tidak defensif, memilih mengabaikan serangan personal, patut diapresiasi,” kata Iwan saat dihubungi, Selasa (2/6/2026).
Baca juga: Teddy Sebut Biaya Perjalanan Luar Negeri yang Melebihi Anggaran Ditanggung Presiden Prabowo
Lebih lanjut, Iwan memaparkan sejumlah kompetensi mendasar yang idealnya melekat pada setiap pejabat publik dalam berinteraksi dengan masyarakat. Kemampuan tersebut mencakup penguasaan materi, ketepatan menempatkan diri sesuai situasi dan kondisi, kepekaan membaca psikologi publik, hingga pendekatan yang persuasif.
Dalam hal ini, Teddy dinilai mampu memenuhi kriteria tersebut dengan tidak memanfaatkan posisi strategisnya untuk menanggapi sinisme yang mengarah pada pribadinya. "Teddy tidak menggunakan privilege-nya sebagai Seskab dan semua orang tahu, Teddy-lah yang paling dekat dengan Presiden. Bahkan saya sering menyatakan bahwa Teddy ini merupakan salah satu pejabat yang menjadi andalan Presiden," ungkapnya.


















































