IHSG Berbalik Arah Rebound 6,14%, Cek Penopang dan Proyeksinya Pekan Ini

4 hours ago 4

loading...

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan cenderung mixed dengan kecenderungan konsolidatif, seiring kombinasi sentimen global dan domestik yang masih beragam. Foto/Dok

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG diperkirakan cenderung mixed dengan kecenderungan konsolidatif, seiring kombinasi sentimen global dan domestik yang masih beragam di tengah posisi indeks yang telah mengalami rally dan mulai membentuk indikasi reversal jangka pendek.

Dari sisi sektoral, sektor energi diperkirakan tetap menjadi salah satu motor penggerak utama, ditopang oleh ekspektasi harga komoditas yang masih elevated, sementara sektor transportasi laut juga menunjukkan penguatan lanjutan seiring membaiknya outlook permintaan dan tarif.

Selain itu pergerakan saham -saham konglomerasi yang mulai menunjukkan pola reversal teknikal dapat membuka peluang trading jangka pendek, khususnya untuk strategi swing. Dalam kondisi ini investor disarankan untuk tetap selektif dengan pendekatan trading-oriented, memanfaatkan momentum pada sektor-sektor yang kuat namun tetap disiplin dalam manajemen risiko, mengingat volatilitas pasar yang masih relatif tinggi serta potensi perubahan sentimen yang cepat.

Dalam sepekan perdagangan dan trading saham 6-10 April 2026, IHSG mencatatkan rebound signifikan dengan penguatan sebesar +6,14%, berbalik arah setelah tekanan pada pekan sebelumnya.

Baca Juga: IHSG Semringah Sepanjang Pekan Ini Naik 6,14%, Kapitalisasi Pasar Capai Rp13.189 Triliun

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah menjelaskan, kinerja positif ini didorong oleh meredanya tensi geopolitik global, seiring adanya kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran selama dua minggu serta dibukanya kembali jalur strategis Selat Hormuz yang menjadi katalis utama perbaikan sentimen risiko di pasar global.

Meskipun demikian, imbuh Hari, partisipasi investor asing masih cenderung berhati-hati, tercermin dari aliran dana keluar (net sell) sebesar Rp3,3 triliun di pasar reguler sepanjang periode tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa penguatan IHSG lebih ditopang oleh aliran dana domestik serta rotasi pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |