HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 20252034

9 hours ago 7

loading...

Hero Global Investment Tbk (HGII), perusahaan produsen listrik independen (IPP) berbasis energi baru terbarukan, menegaskan kesiapannya untuk mengambil peran lebih besar dalam akselerasi energi hidro nasional. Foto/Dok

JAKARTA - PT Hero Global Investment Tbk (HGII) , perusahaan produsen listrik independen (IPP) berbasis energi baru terbarukan , menegaskan kesiapannya untuk mengambil peran lebih besar dalam akselerasi energi hidro nasional. Hal ini sejalan dengan diterbitkannya Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025–2034 yang menempatkan energi air sebagai sumber Energi Baru Terbarukan (EBT) terbesar kedua dengan target penambahan kapasitas 11,7 gigawatt (GW).

HGII saat ini mengoperasikan PLTM Parmonangan-1 (9 MW) dan PLTM Parmonangan-2 (10 MW) di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, yang keduanya beroperasi penuh di bawah skema Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN (Persero). Perseroan juga memiliki saham minoritas pada Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Ujung Batu di Riau berkapasitas 3 MW.

Sebagai perusahaan yang telah lebih dari satu dekade mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) di Sumatera Utara, HGII memiliki keunggulan komparatif yang kuat untuk berkontribusi pada pencapaian target ambisius tersebut.

Baca Juga: Indonesia Mulai Ekspor Listrik EBT ke Singapura, Segini Hitungan Keuntungan Ekonominya

“Energi hidro adalah segmen yang kami kuasai secara mendalam, dari sisi teknis, operasional, hingga kemitraan dengan PLN. RUPTL 2025–2034 membuka ruang yang sangat besar bagi HGII untuk tumbuh bersama kebutuhan energi bersih nasional,” ujar Direktur Utama HGII, Robin Sunyoto.

Kemitraan Global dan Keuangan yang Solid

Kekuatan HGII tidak hanya tercermin dari pipeline proyek, tetapi juga dari fondasi kemitraan internasional yang kokoh. Shikoku Electric Power Co., Inc. (Yonden), perusahaan energi terkemuka dari Jepang yang berpengalaman di lebih dari 10 negara, telah mengakuisisi 25% saham HGII, memberikan akses terhadap keahlian teknis kelas dunia dan jaringan pembiayaan global.

Dari sisi kinerja keuangan, HGII mencatatkan pendapatan sebesar Rp17,96 miliar dengan laba bersih mencapai Rp5,83 miliar pada kuartal 1 tahun 2026. Perseroan juga membukukan peningkatan margin laba bersih menjadi 32,5%, mencerminkan efektivitas strategi bisnis dan efisiensi operasional yang terus terjaga.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |