DPMPTSP Bontang Ditarget Tingkatkan Nilai Investasi 2026

1 week ago 36

loading...

Kota Bontang kian memantapkan langkahnya sebagai motor penggerak ekonomi utama di Kalimantan Timur (Kaltim) demi menapaki tahun 2026. Foto: Ist

BONTANG - Kota Bontang kian memantapkan langkahnya sebagai motor penggerak ekonomi utama di Kalimantan Timur (Kaltim) demimenapaki tahun 2026. Kota Taman ini diproyeksikan menjadi episentrum penanaman modal dengan target yang cukup ambisius.

Kepala DPMPTSP Bontang Muhammad Aspian Nur mengatakan, berdasarkan hasil Rapat Konsolidasi dan Sinkronisasi Data Realisasi Investasi se-Kaltim yang digelar 2 April 2026, pihaknya dipatok untuk menyumbang angka investasi sebesar Rp3,42 triliun.

Baca juga: Pemkot Bontang Pelajari Program Pendidikan Gratis Kabupaten Gowa

“Target ini mengalami kenaikan signifikan sebesar 11,24 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berada di angka Rp3,08 triliun,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Meski target yang diberikan Pemprov Kaltim lebih tinggi dari rencana awal pemerintah daerah, optimisme justru terpancar dari realisasi di lapangan. Tercatat, pada Triwulan I (Januari-Maret) 2026, Kota Bontang sudah tancap gas dengan mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp796,78 miliar.

Komposisi modal pada awal tahun ini masih dipimpin para pemodal dalam negeri, namun minat investor asing tetap terjaga dengan baik. PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) tercatat menyumbang Rp707,31 miliar atau sekitar 88,77 persen. Disusul PMA (Penanaman Modal Asing) yang mencatatkan angka Rp89,46 miliar atau sebesar 11,23 persen.

Investasi di Bontang terbagi dalam tiga zona strategis yang memiliki karakteristik unik di masing-masing wilayah:
1. Bontang Utara (Jantung Industri): Masih menjadi penyumbang terbesar melalui sektor industri kimia dasar dan farmasi. Nama-nama besar seperti Kaltim Methanol terus memperkuat produksinya di sini
2. Bontang Selatan (Kawasan Urban): Fokus pada pembangunan perumahan, kawasan industri, dan perkantoran seiring meningkatnya populasi dan aktivitas ekonomi
3. Bontang Barat (Hub Perdagangan): Sektor jasa dan kuliner (restoran) mendominasi diperkuat dengan hadirnya pemain besar seperti Fast Food Indonesia yang menunjukkan kuatnya daya beli warga

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |