Bahlil Bisa Tidur Nyenyak: RI Sudah Lewati Masa Kritis LPG

6 hours ago 8

loading...

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengakui cadangan LPG nasional sempat memasuki fase kritis, dimana ketersediaannya hanya mampu bertahan beberapa hari saja. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui cadangan LPG nasional sempat memasuki fase kritis, dimana ketersediaannya hanya mampu beberapa hari saja. Ia menjelaskan kondisi tersebut tidak lepas dari situasi yang saat tengah terjadi ketika pasokan energi dunia mengalami gangguan akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.

"Urusan LPG kita sudah kita keluar dari zona yang sangat mengkhawatirkan. Jadi insyaAllah stok BBM kita aman. Baik solar, bensin, LPG, dan avtur. Kita sudah bisa tidur nyenyak," kata Bahlil di Kawasan Senayan saat peluncuran Buku Satya Widya Yudha, Jumat (10/4/2026).

Fase kritis ketersediaan LPG ini terjadi sebelum tanggal 4 April 2026, lalu. Bahlil menjelaskan, saat ini cadangan LPG Nasional telah mendekati fase normalnya yaitu 10 hari.

Baca Juga: Stok LPG RI Dijamin Aman usai Dipasok AS dan Australia, Bahlil: Sebentar Lagi Kapalnya Masuk

Jauh meningkat dibandingkan posisi cadangan sebelum tanggal 4 April yang lalu. Hal ini merupakan kontribusi dari para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang mau menjual produknya ke dalam negeri, ketimbang ekspor.

"Ibarat orang sakit itu kita keluar ruangan ICU itu tanggal 4-5 April. LPG kita tanggal 4, tanggal 5 itu, tidak pernah terjadi cadangan kita cuma beberapa hari. Tapi mulai dua hari kemarin saya sudah bisa tidur nyenyak," kata Bahlil.

Ia mengapresiasi kepada seluruh KKKS yang mana kuota ekspor 30% yang sebelumnya diberikan pemerintah, dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dahulu. Sehingga cadangan energi nasional dipastikan dalam posisi aman untuk saat ini.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |