AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!

14 hours ago 9

loading...

Gambar dari video CNN menunjukkan kerusakan parah dialami kapal induk USS Gerald R Ford akibat kebakaran selama perang AS melawan Iran. Foto/CNN

WASHINGTON - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) pernah menyatakan bahwa kebakaran pada kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, saat ikut perang melawan Iran pada Maret lalu telah diatasi. Kobaran api diklaim telah "ditahan" dan kapal tersebut tetap beroperasi penuh tanpa masalah.

Namun pernyataan itu bohong. Video baru yang diperoleh CNN menunjukkan bahwa kebakaran tersebut ternyata lebih parah dan merusak daripada yang dinyatakan Angkatan Laut Amerika. Pernyataan resmi Angkatan Laut sebelumnya menyatakan kebakaran itu bukan akibat serangan rudal dan drone Iran.

Baca Juga: Kapal Induk Nuklir Terbesar AS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran

Video tersebut menunjukkan ranjang-ranjang tempat para pelaut tidur hancur total. Yang tersisa dari ranjang-ranjang itu adalah logam hangus dan bengkok di bawah langit-langit yang tampaknya juga berlubang akibat kobaran api. Kabel-kabel menjuntai dari langit-langit dan tumpukan abu berserakan di lantai di sekitar ranjang.

“Saya benar-benar berpikir kita akan kehilangan kapal,” kata seorang pelaut di atas kapal USS Gerald R. Ford kepada CNN, menggambarkan perasaannya saat memadamkan kobaran api. “Ini antara berjuang atau mati.”

Sistem pemadam kebakaran kapal gagal berfungsi, membuat para pelaut bergegas memadamkan api, menurut pelaut tersebut dan seorang pejabat senior AS yang mengetahui insiden itu.

Pejabat senior AS mengatakan kepada CNN bahwa pernyataan publik Angkatan Laut mengecilkan dampak kebakaran terhadap USS Gerald R. Ford karena kapal tersebut berada di Laut Merah untuk mendukung operasi militer AS melawan Iran. Pejabat itu mengakui bahwa kebakaran memang berdampak pada kemampuan kapal.

Dua hari berlalu sebelum USS Gerald R. Ford dapat melakukan sorti lagi, kata Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Daryl Caudle pada bulan April, dan kapal tersebut terpaksa menuju pelabuhan di Yunani untuk perbaikan sementara.

Ditanya tentang luasnya kebakaran dan kegagalan sistem pengendalian kebakaran untuk berfungsi, juru bicara Angkatan Laut mengatakan kepada CNN, "Investigasi kebakaran sedang berlangsung."

Awak kapal USS Gerald R. Ford membutuhkan waktu sekitar 30 jam untuk memadamkan api, membersihkannya, dan mencegahnya menyala kembali. Sekitar 600 pelaut kehilangan akses ke tempat tidur mereka karena kerusakan tersebut, seperti yang dilaporkan CNN.

“Seharusnya tidak sampai separah itu. Sistem pemadam kebakaran yang terpasang di kapal seharusnya bisa memadamkannya,” kata pelaut itu, yang berbicara dengan syarat anonim untuk menghindari pembalasan dari Angkatan Laut. “Semua orang — termasuk saya—membantu memadamkan api.”

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |