VinFast Bangun Pabrik Rp5 Triliun dan Charger 100 Ribu Titik, tapi Kok Cuma Satu Mobil yang Laku?

3 hours ago 5

loading...

Investasi ekosistemnya raksasa, jualannya masih seret, inilah paradoks VinFast di pasar mobil listrik Indonesia. Foto: Sindonews/Danang Arradian

JAKARTA - VinFast baru saja meneken nota kesepahaman dengan Gowa Motor Group. Targetnya: tambah minimal 30 showroom dan pusat layanan baru di seluruh Indonesia, lewat skema joint venture pengembangan diler. Diteken 18 Agustus 2026.

Di atas kertas ini kabar bagus. VinFast sekarang sudah punya lebih dari 40 showroom. Targetnya nambah lagi lebih dari 150 showroom baru dalam beberapa tahun ke depan. Ditambah pabrik perakitan di Subang, Jawa Barat, yang sudah beroperasi sejak Desember tahun lalu.

Tapi ada yang janggal. Sepanjang semester pertama 2026, penjualan wholesales VinFast di Indonesia cuma 1.934 unit. Retailnya malah lebih kecil lagi: 1.708 unit. Bandingkan dengan besarnya investasi yang sudah digelontorkan untuk membangun ekosistemnya.

Pabrik Subang berdiri di lahan 171 hektare. Fase pertamanya saja menelan investasi USD300 juta. Ini setara Rp5,34 triliun.

Kapasitas produksi awal: 50 ribu unit per tahun. Kalau seluruh fase rampung, kapasitasnya naik jadi 350 ribu unit per tahun, dengan total komitmen investasi lebih dari USD1 miliar. Setara Rp17,8 triliun.

Artinya apa? Penjualan enam bulan VinFast—1.934 unit—kalau disetahunkan cuma sekitar 3.868 unit.

Itu baru sekitar 7,7 persen dari kapasitas produksi awal pabriknya sendiri. Pabriknya jauh lebih besar dari pasar yang sanggup diserapnya sekarang.

Belum lagi charging station. Lewat V-Green, VinFast menggandeng Prime Group asal Uni Emirat Arab untuk membangun 100 ribu titik pengisian daya di Indonesia dalam tiga tahun. Nilai investasinya USD1,2 miliar. Setara Rp21,36 triliun. MoU-nya diteken Desember 2024, konstruksi sudah mulai Januari 2025.

Infrastrukturnya sudah sangat besar. Tapi kenapa penjualan tetap seret?

Jawabannya ada di data Desember 2025. Bulan itu, penjualan wholesales VinFast tiba-tiba melonjak jadi 7.768 unit dalam sebulan saja—melampaui BYD yang cuma 6.560 unit, membuat VinFast masuk lima besar merek mobil terlaris nasional.

Padahal sepanjang Januari–November 2025, total penjualan wholesales VinFast cuma 3.118 unit. Artinya, dalam satu bulan terakhir tahun itu, VinFast menjual lebih banyak dibanding sebelas bulan sebelumnya digabung.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |