Trump Ancam Konsekuensi Berat Jika Putin Lanjutkan Perang Ukraina

2 weeks ago 15

loading...

Presiden AS Donald Trump ancam konsekuensi berat jika Presiden Rusia Vladimir Putin melanjutkan perangnya di Ukraina setelah pertemuan di Alaska pada Jumat besok. Foto/Pravda

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam "konsekuensi berat" jika Presiden Rusia Vladimir Putin melanjutkan perangnya di Ukraina setelah pertemuan di Alaska, Jumat (15/8/2025) besok. Pemimpin Amerika itu enggan merinci ancaman yang dimaksud.

Trump mengatakan bahwa pertemuannya dengan Putin dapat segera diikuti oleh pertemuan kedua yang melibatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Sebelumnya, Trump memperingatkan sanksi ekonomi yang berat jika pertemuan antara dirinya dan Putin di Alaska tidak membuahkan hasil.

Baca Juga: Jelang Pertemuan Putin-Trump, Rusia Diduga Bersiap Tes Rudal Nuklir Skyfall yang Ditakuti

Komentar Trump dan suasana hati yang membaik setelah pertemuan virtual antara Trump, para pemimpin Eropa, dan Zelensky dapat memberikan harapan bagi Kyiv setelah kekhawatiran bahwa pertemuan di Alaska dapat mengkhianati Ukraina dan membagi wilayahnya.

Namun, Rusia kemungkinan besar akan menolak tuntutan Ukraina dan Eropa dengan tegas dan sebelumnya menyatakan bahwa pendiriannya tidak berubah sejak ditetapkan oleh Putin pada Juni 2024.

Ketika ditanya apakah Rusia akan menghadapi konsekuensi apa pun jika Putin tidak setuju untuk menghentikan perang setelah pertemuan hari Jumat, Trump menjawab: "Ya, akan."

Ditanya apakah konsekuensi tersebut berupa sanksi atau tarif, Trump mengatakan kepada wartawan: "Saya tidak perlu mengatakannya, akan ada konsekuensi yang sangat berat."

Namun, presiden Amerika itu juga menjelaskan tujuan pertemuan antara keduanya di Alaska sebagai "menyiapkan meja" untuk tindak lanjut cepat yang akan melibatkan Zelensky.

"Jika yang pertama berjalan lancar, kami akan segera mengadakan pertemuan kedua," katanya.

"Saya ingin melakukannya segera, dan kami akan mengadakan pertemuan kedua yang cepat antara Presiden Putin dan Presiden Zelensky dan saya sendiri, jika mereka mengizinkan saya hadir," paparnya.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |