loading...
Musisi sekaligus dokter ternama Tompi, mengungkap alasannya keluar dari Wahana Musik Indonesia (WAMI) di tengah memanasnya polemik royalti di industri musik. Foto/Instagram @dr_tompi
JAKARTA - Musisi sekaligus dokter ternama Tompi , mengungkap alasannya keluar dari Wahana Musik Indonesia (WAMI) di tengah memanasnya polemik royalti di industri musik Tanah Air. Ia telah meminta manajernya untuk secara resmi mengurus proses keluar dari organisasi pengelola royalti tersebut.
Keputusan Tompi ini diambil setelah ia merasa tidak pernah mendapatkan kejelasan memadai dari WAMI mengenai sistem perhitungan dan pembagian royalti, yang selama ini menjadi salah satu isu sensitif di industri musik Indonesia. Langkah pelantun Menghujam Jantungku itu pun sontak memicu perbincangan hangat di kalangan musisi dan warganet.
"Jadi per kemarin saya suda minta manager saya @natalia_281 untuk keluar keanggotaan dari @wami.id," tulis Tompi dikutip dari Instagram @dr_tompi, Rabu (13/8/2025).
"Belum pernah puas dan jelas dengan jawaban dari semua yang pernah saya tanyai, 'emang ngintungnya gimana? ngebaginya atas dasar apa?'" sambungnya.
Foto/Instagram @dr_tompi
Dalam keterangannya, Tompi mengungkap bahwa sejak dulu ia sudah menaruh perhatian besar terhadap transparansi pengelolaan royalti. Ia bahkan mengaku pernah beberapa kali berdiskusi dengan mendiang Glenn Fredly mengenai bagaimana Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) menghitung serta mendistribusikan royalti yang berasal dari konser, kafe, dan pemutaran lagu di berbagai media.
"Dulu sama Glenn, saya beberapa kali diskusi tentang LMK ngutip dan ngebagi royalti dari konser," jelasnya.