Terungkap, Alasan Mazda Pilih CX-30 Jadi Model Perdana Rakitan Lokal

17 hours ago 9

loading...

Mazda CX-30 jadi mobil pertama yang keluar dari lini produksi pabrik Mazda di Citeureup, menandai babak baru sembilan tahun perjalanan Mazda sebagai merek rakitan lokal di Indonesia. Foto: Mazda Indonesia

CITEREUP - Pabrik mobil Mazda pertama di Indonesia mulai berjalan. Produk perdana yang keluar dari lini perakitannya bukan sedan, bukan pula city car, melainkan Mazda CX-30. Yakni, SUV kompak yang selama ini didatangkan utuh dari luar negeri.

Peresmian berlangsung di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 28 Juli 2026. Pabrik beroperasi penuh sehari setelahnya. Ini pertama kalinya PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) merakit mobil Mazda di dalam negeri, sejak dipercaya menjadi Agen Pemegang Merek pada 2017. Sembilan tahun jadi importir utuh, baru sekarang jadi perakit.

Spesifikasi Mazda CX-30 Rakitan Lokal

CX-30 dibekali mesin SKYACTIV-G 2.0 liter (1.998 cc), 4 silinder segaris DOHC, dengan tenaga 155 PS pada 6.000 rpm dan torsi 200 Nm pada 4.000 rpm. Tenaga disalurkan lewat transmisi otomatis SKYACTIV-DRIVE 6-percepatan ke roda depan (FWD).

Dimensi bodinya 4.395 mm x 1.795 mm x 1.540 mm, dengan ground clearance 180 mm. Cukup tinggi untuk ukuran crossover, mengikuti bahasa desain Kodo (Soul of Motion) milik Mazda.

Fitur keselamatan mengandalkan paket i-Activsense: G-Vectoring Control Plus untuk stabilitas saat menikung, Mazda Radar Cruise Control (MRCC) untuk jarak aman otomatis, Smart Brake Support untuk pengereman darurat, dan Driver Monitoring System untuk memantau kondisi pengemudi.
Warna tersedia dalam empat pilihan: Soul Red Crystal Metallic, Machine Gray Metallic, Snowflake White Pearl Mica, dan Jet Black Mica. Harga di pasaran saat ini berada di kisaran Rp585,5 juta untuk satu varian, GT.


Mengapa CX-30 yang Dipilih Lebih Dulu?

Terungkap, Alasan Mazda Pilih CX-30 Jadi Model Perdana Rakitan Lokal

Bukan tanpa perhitungan. President Director PT Eurokars Produksi Pratama (EPP) sekaligus COO EMI, Ricky Thio, menyebut pemilihan CX-30 mempertimbangkan siklus hidup produk yang masih panjang serta daya jual di pasar.

"Kami mempertimbangkan model apa yang secara umur masa produksinya masih panjang, yang pasti bukan model yang mudah berakhir," kata Ricky.

Segmen SUV kompak premium memang jadi salah satu yang paling ramai diperebutkan saat ini, bersaing dengan Toyota Fortuner, Suzuki Jimny, Nissan X-Trail, hingga MG HS.

Merakit di dalam negeri berarti Mazda bisa lebih fleksibel menyesuaikan volume produksi dengan permintaan pasar, tanpa bergantung penuh pada jadwal impor utuh dari Jepang.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |