Teknologi Penerjemah AI DeepSeek Bantu Misi Penyelamatan di Myanmar

19 hours ago 3

loading...

AI DeepSeek. FOTO/THE VERGE

BEIJING - Platform penerjemahan khusus China yang didasarkan pada model AI DeepSeek telah digunakan untuk membantu tim penyelamat China di daerah gempa Myanmar, menawarkan bantuan bahasa waktu nyata untuk meluncurkan operasi darurat.

Menurut pengembangnya, Han Lintao, yang juga wakil dekan Sekolah Bahasa Inggris dan Studi Internasional di Universitas Bahasa dan Budaya Beijing (BLCU), alat penerjemahan ini dirancang khusus untuk tanggap bencana.

Han menjelaskan bahwa alat tersebut dikembangkan dalam sehari setelah gempa berkekuatan 7,9 skala Richter melanda Myanmar pada 28 Maret, atas permintaan tim penyelamat dari China.

"Meskipun ada beberapa alat penerjemahan China-Burma, tidak ada yang dioptimalkan untuk operasi penyelamatan,''

“Model bahasa AI DeepSeek memungkinkan pengembangan solusi khusus yang cepat,” kata Han seperti dilansir dari Xianhua.

Sejak diluncurkan, alat ini terus diperbarui berdasarkan masukan pengguna, dengan penambahan fitur seperti terjemahan suara dan informasi peta untuk mendukung upaya bantuan secara lebih efektif.
Statistik menunjukkan bahwa lebih dari 2.850 layanan penerjemahan telah disediakan melalui platform ini.

Platform ini juga menerima dukungan dari Sekretariat Korps Layanan Bahasa Darurat Nasional, yang memobilisasi keahlian dan sumber daya dari BLCU termasuk para ahli di bidang penerjemahan bahasa, sintesis, dan pengenalan ucapan.

Tim penyelamat dari provinsi Yunnan, China barat daya, adalah tim internasional pertama yang tiba di zona gempa Myanmar, hanya 18 jam setelah bencana terjadi.

Menurut laporan China Media Group pada hari Rabu, lebih dari 500 penyelamat China saat ini berada di Myanmar untuk melaksanakan misi penyelamatan dan bantuan.

Sejauh ini, tim penyelamat China telah berhasil menyelamatkan sembilan korban dari daerah yang terkena gempa.

Menurut laporan terakhir, gempa bumi dahsyat di Myanmar telah menelan korban 2.886 jiwa, melukai 4.639 orang, sementara 373 lainnya masih hilang.

(wbs)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |