Sifat Manusia yang Membuat Harta Jadi Tercela, Kaum Muslim Wajib Tahu!

1 week ago 2

loading...

Harta itu baik namun ada sikap manusia terhadap harta yang membuat kedudukan harta menjadi tercela, salah satunya sifat rakus manusia. Foto ilustrasi/ist

Ada beberapa sifat manusia yang membuat kedudukan harta menjadi tercela. Sifat apa saja itu? Berikut penjelasan dan ulasannya.

Harta merupakan bagian penting yang tidak dipisahkan dan selalu diupayakan oleh manusia dalam kehidupannya. Menurut syariat, harta adalah segala sesuatu yang bernilai, bisa dimiliki, dikuasai, dimanfaatkan yang menurut syariat yang berupa (benda dan manfaatnya).

Harta dalam bahasa Arab disebut al-maal yang berasal dari kata

مَالَ – يَمِيْلُ – مَيْلاَ

yang berarti condong atau cenderung. Al-Qur’an menyebut kata al-maal (harta) tidak kurang dari 86 kali. Penyebutan berulang-ulang terhadap sesuatu di dalam Al-Qur’an menunjukkan adanya perhatian khusus dan penting terhadap sesuatu itu.

Islam memandang keinginan manusia untuk memperoleh, memiliki, dan memanfaatkan harta sebagai sesuatu yang lazim, dan urgen. Harta diperoleh, dimiliki, dan dimanfaatkan manusia untuk memenuhi hajat hidupnya, baik bersifat materi maupun non materi. Manusia berusaha sesuai dengan naluri dan kecenderungan untuk mendapatkan harta.

Al-Qur’an memandang harta sebagai sarana bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Khaliq-nya, bukan tujuan utama yang dicari dalam kehidupan. Dengan keberadaan harta, manusia diharapkan memiliki sikap derma yang memperkokoh sifat kemanusiannya. Jika sikap derma ini berkembang, maka akan mengantarkan manusia kepada derajat yang mulia, baik di sisi Tuhan maupun terhadap sesama manusia.

Namun, ada sifat manusia yang justru menjadi celaan terhadap harta itu sendiri. Menurut penjelasan Ustadz Aris Munandar SS,MPI, harta itu tidak tercela karena harta itu sendiri. Celaan itu tidak tertuju kepada harta namun tertuju kepada sikap manusia terhadap harta .

Ahmad bin Muhammad bin Abdurrahmān bin Qudāmah al-Maqdisi, dalam 'Mukhtashar Minhāj al-Qāshidīn, tahqīq Zuhair asy-Syāwīsy' menyebutkan, ada lima sikap manusia terhadap harta yang tercela. Yakni:

1. Rakus

Orang yang rakus dengan harta menjadikan harta dan dunia sebagai orientasi hidupnya.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ …وَمَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, “…. Dan siapa saja yang dunia menjadi orientasi hidupnya Allah akan meletakkan kefakiran di antara kedua matanya. Allah akan cerai beraikan urusannya dan dia tidaklah mendapatkan dunia kecuali sebesar yang Allah takdirkan untuknya” (HR Tirmidzi no 2465).

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |