loading...
Houthi menyiapkan perang jangka panjang dengan Israel. Foto/X
GAZA - Sebuah laporan berbahasa Ibrani mengatakan Houthi telah mentransfer rudal, peluncur roket, sistem drone, dan peralatan lainnya ke beberapa provinsi. Itu dilakukan untuk memulihkan infrastruktur komunikasi dan teknologi yang rusak akibat serangan AS.
Menurut Line of Defence, sebuah platform yang khusus menangani urusan keamanan dan militer, sumber-sumber keamanan Yaman mengatakan pada hari Minggu bahwa gerakan Ansar Allah (Houthi) memindahkan persenjataan canggih dan peralatan militer ke wilayah pesisir barat yang menghadap Laut Merah. Mereka juga mengerahkan kembali amunisi angkatan laut, pesisir, dan pertahanan di pegunungan barat.
Platform tersebut mengutip sumber-sumber yang mengatakan bahwa Houthi telah memindahkan rudal, sistem roket, teknologi drone, dan peralatan pemandu ke provinsi Hodeidah dan Hajjah, serta ke wilayah barat Raymah, Dhamar, Mahwit, dan Ibb, di samping wilayah Taiz yang berada di bawah kendali mereka. Laporan yang diterbitkan oleh Maariv tersebut mempertanyakan apakah Houthi sedang mempersiapkan konfrontasi jangka panjang.
Baca Juga: Takut Pertengkaran dengan Trump Terulang, Presiden Zelensky Dikawal 7 Pemimpin Eropa
Laporan tersebut menambahkan bahwa persenjataan yang ditransfer juga mencakup "baterai rudal dan sistem radar" yang ditempatkan di dekat kota Hodeidah, pelabuhannya, dan beberapa wilayah di utara.
Laporan tersebut mencatat bahwa Houthi juga mengerahkan kembali aset angkatan laut dan udara di lokasi-lokasi pegunungan strategis utama yang menghadap Laut Merah dan Bab al-Mandab, menempatkannya di pangkalan-pangkalan dan tempat perlindungan yang aman, beberapa di antaranya baru.
Sebelumnya, Angkatan Laut Israel melancarkan serangan terhadap ibu kota Yaman, Sanaa, pada Minggu dini hari, menurut kantor berita Saba yang dikuasai Houthi, Anadolu melaporkan.
"Agresi AS-Israel" menghantam Pembangkit Listrik Pusat Haziz di distrik Sanhan, selatan Sanaa, kata kantor berita tersebut.