Rayakan Milad di Indonesia, Nuray Istiqbal Berbagi Kebahagiaan dan Lomba 17-an

1 week ago 8

loading...

Artis hijrah asal Jepang, Nuray Istiqbal, merayakan hari kelahirannya yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2025, dengan acara berbagi dan lomba Agustusan. Foto dok Nuray

Nuray Istiqbal, artis hijrah asal Jepang, merayakan hari kelahirannya yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2025, dengan cara yang penuh makna.

Untuk pertama kalinya sejak menjadi muslim, Nuray melaksanakan aqiqah di Rumah Singgah Al Fatih (RSAF) Bandung, sekaligus berbagi kebahagiaan bersama anak-anak penyintas sakit keras yang berada di rumah singgah tersebut.

Sejak memeluk Islam, Nuray Istiqbal menyimpan keinginan untuk menjalankan aqiqah sebagai wujud syukur kepada Allah. Baginya, berbagi dengan anak-anak yang sedang berjuang meraih kesembuhan justru membuat perayaan milad lebih bermakna.
“Saya sangat terharu. Anak-anak di sini begitu kuat, mereka tersenyum meski sedang sakit. Rasanya saya yang seharusnya belajar banyak dari mereka,” ungkap Nuray dengan mata berkaca-kaca.

Nuray mengaku terkesan dengan sambutan umat muslim Indonesia sejak kedatangannya sebulan lalu, tepatnya ketika menghadiri Amazing Muharram 14 di Sentul, Jawa Barat. Kehangatan itu pula yang membuatnya ingin merayakan milad pertamanya sebagai muslim di Indonesia.

“Indonesia selalu memberi saya cinta yang besar. Saya merasa diterima seperti keluarga sendiri. Itulah mengapa saya ingin merayakan milad saya di sini,” ujarnya.

Rayakan Milad di Indonesia, Nuray Istiqbal Berbagi Kebahagiaan dan Lomba 17-an

Kemeriahan acara semakin terasa karena bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI. Nuray mencoba berbagai lomba khas 17 Agustusan, mulai dari lomba makan kerupuk, memasukkan pensil ke dalam botol, hingga permainan rakyat lainnya. Gelak tawa anak-anak RSAF membuat suasana semakin hangat dan penuh keceriaan.

Acara ditutup dengan doa bersama. Para peserta mendoakan agar Nuray senantiasa istiqomah dalam perjalanan hijrahnya, terus meningkatkan ilmu agama, serta diberikan kemudahan dalam setiap langkahnya. Tak lupa, doa juga dipanjatkan untuk kesembuhan anak-anak RSAF agar segera pulih dan bisa kembali beraktivitas seperti anak-anak lainnya.

Setelah dari RSAF, Nuray bertolak ke Pesantren Tunanetra Saman. Pesantren tersebut menjadi tempat menghafal Al-Quran bagi santri tunanetra. Ia juga mendapat doa dari para penghafal Quran.

Dirinya malu melihat kegigihan santri tunanetra dalam menghafal Quran. “Saya merasa malu karena tidak memberikan cukup banyak waktu untuk mempelajari Al-Quran,” tuturnya.

Nuray berharap, momen milad dan aqiqah ini menjadi langkah kecil yang bisa menguatkan dirinya sekaligus memberi semangat baru bagi anak-anak RSAF. “Saya belajar bahwa berbagi kebahagiaan akan membuat hati kita semakin lapang. Semoga ini menjadi awal dari perjalanan panjang saya dalam Islam,” pungkasnya.

Baca juga : Kisah Hijrah Mantan Artis Porno Rae Lil Black, Masuk Islam dan Ganti Nama Jadi Nuray Istiqbal

(wid)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |