loading...
Normalisasi sungai di Sibolga, Sumatera Utara. Foto/Dok BNPB
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menugaskan secara khusus Wakil Panglima (Wapang) TNI Jenderal Tandyo Budi Revita untuk terlibat langsung dalam percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penugasan tersebut difokuskan pada normalisasi sungai terdampak bencana.
Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dalam Rapat Koordinasi bersama Satgas Pemulihan Bencana DPR RI di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Tito, salah satu persoalan utama pascabencana adalah tingginya sedimentasi di sejumlah sungai besar dan kecil yang menghambat aliran air ke laut. Kondisi tersebut menyebabkan banjir berulang meskipun curah hujan relatif rendah.
Baca Juga: Pembangunan 270 Jembatan Bailey Dikebut, Hubungkan Jalan Nasional hingga Desa
"Seperti Sungai Tamiang yang sebelah kiri. Sebelah kanan kan itu sungai-sungai kecil, nanti masuk ke Sungai Tamiang yang besar. Sungainya muaranya sudah seperti itu, tumpukan sedimen yang luar biasa banyak dan itu malah menjadi apa memblok aliran dari sungai mau ke laut. Akibatnya apa yang terjadi? Kalau hujan dikit saja airnya tumpah ke kanan-kiri, menimbulkan banjir baru," jelasnya.
Tito mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo telah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut dengan menugaskan Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo untuk memimpin koordinasi teknis di lapangan bersama TNI Angkatan Darat dan kementerian terkait.
"Nah, ini kami dengar Bapak Presiden sudah menugaskan khusus kepada Wakil Panglima TNI. Nah kami juga ada kontak lewat langsung juga Panglima TNI, Wakil Panglima Pak Tandyo dan juga dengan Pak Richard (Kepala Staf Umum (Kasum TNI) nanti juga menjadi contact person yang utama sama-sama TNI AD."
















































