Peramal dan Ramalannya dalam Hukum Islam, Simak di Sini!

1 week ago 10

loading...

Dalam Islam, membenarkan para dukun dan peramal -yang mengaku mengetahui hal yang gaib- adalah pengingkaran (kufur) terhadap ayat-ayat yang telah diturunkan Allah SWT. Foto ilustrasi/ist

Peramal dan ramalan-ramalannya kembali viral di berbagai lini masa. Bagaimana hukum memercayai ramalan dalam Islam ? Dan bagaimana pula menyikapinya jika ada ramalan yang terbukti?

Tak bisa dipungkiri, masih banyak masyarakat yang percaya akan ramalan, bahkan menyenangi. Apalagi yang diramalkan soal kehidupan seorang artis atau publik figur, kondisi negara, pertandingan bola dan lain-lainnya. Ramal-meramal banyak diberi panggung di media sosial, tampil di podcast-podcast atau juga diikuti banyak follower di akun-akun lini masanya.

Melihat fenomena ini, Ustad Ahmad Sarwat Lc , dari Rumah Fiqih Indonesia menjelaskannya sebagai berikut:

Peramal dalam bahasa Arabnya adalah‘arraf.Istilah ini mencakup setiap orang yang mengklaim mengetahui hal-hal gaib, baik tentang masa mendatang atau yang ada pada hati manusia, baik dengan cara berhubungan dengan jin, atau melihat (mengamati), atau dengan menggaris-garis di pasir atau membaca alas gelas minum atau dengan cara lainnya.

Perbuatan menjadi peramal adalah perbuatan dosa . Dan tidak ada peramal kalau tidak ada orang yang datang minta diramal. Karena itu, hadis nabi bukan hanya melarang praktek meramal, tetapi mendatangi peramal pun juga dosa.

Dan Inilah konsekuensi hukum Islam bila mempercayai sebuah ramalan :

1. Salatnya Tidak Diterima 40 Hari

Disebutkan bahwa salatnya tidak diterima sebanyak empat puluh hari.Nauzu billahi min zalik. Rasulullah saw bersabda:

Siapa yang mendatangi ‘arraf lalu ia menanyakan sesuatu dan membenarkannya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. (HR Muslii dan Ahmad)

2. Kufur kepada Agama Islam

Barangsiapa mendatangi Kahin (dukun), lalu membenarkan apa yang diucapkannya, niscaya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada nabi Muhammad saw. (HR Abu Daud, at-Tirmidz Ibnu Majah, Ahmad dan ad-Darimi)

Baca juga: Apakah Hard Gumay Pernah Salah Ramal Masa Depan Orang? Begini Faktanya

Sebab, di antara (ajaran) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. adalah bahwa hal-hal yang gaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |