OJK Bidik Dana IPO Rp250 Triliun di 2026, Separuh Target Sudah Tercapai

16 hours ago 8

loading...

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis target penghimpunan dana di pasar modal tercapai di 2026. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA - toritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis target penghimpunan dana di pasar modal dari dana Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp250 triliun sepanjang 2026 dapat tercapai meski pasar keuangan global masih menghadapi berbagai tantangan. Hingga akhir Semester I 2026, nilai dana yang berhasil dihimpun telah mencapai Rp125,74 triliun atau sekitar 50% dari target tahunan.

"Target penghimpunan dana secara keseluruhan di pasar modal pada tahun 2026 adalah sebesar Rp250 triliun. Data per 30 Juni 2026 menunjukkan total nilai penghimpunan dana di pasar modal Indonesia mencapai Rp125,74 triliun," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dikutip pada Kamis (30/7/2026).

Baca Juga: Penjelasan OJK Soal Progres Penerbitan Panda Bond dan Patriot Bond

Hasan mengatakan prospek penghimpunan dana hingga akhir tahun masih positif seiring tingginya minat perusahaan memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pembiayaan. Optimisme tersebut didukung oleh pipeline penawaran umum yang masih berjalan.

Per 20 Juli 2026, OJK mencatat masih terdapat tiga proses penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO), dua proses penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) dengan nilai emisi maksimal Rp6,73 triliun, serta empat proses penerbitan obligasi dan sukuk dengan potensi nilai emisi mencapai Rp5,25 triliun.

Meski demikian, Hasan menegaskan fokus OJK tidak hanya mengejar besarnya dana yang dihimpun, tetapi juga memperkuat kualitas pasar modal nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui reformasi yang mencakup peningkatan kualitas emiten, penguatan likuiditas pasar, peningkatan transparansi, tata kelola perusahaan yang lebih baik, penegakan hukum, serta perluasan basis investor.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |