loading...
Kisah hikmah ini tentan sahabat Nabi SAW yang kesiangan bangun, sehingga melewatkan waktu salat Subuh. Kisah ini sekaligus menjadi jawaban syariat bagi orang-orang yang tidak salat karena tertidur. Foto ilustrasi/Sindonews
Kisah hikmah ini tentang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam (SAW) yang kesiangan bangun, sehingga melewatkan waktu salat Subuh. Sangat menarik, sekaligus menjadi jawaban syariat bagi orang-orang yang tidak salat karena tertidur.
Diceritakan dari sahabat Nabi , Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, mereka bepergian bersama Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam. Sebagian mengusulkan agar rombongan beristirahat sejenak, tetapi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda: "Aku khawatir kalian akan ketiduran sehingga kalian tidak mengerjakan salat."
Bilal menyanggupi untuk membangunkan mereka, tetapi dia sendiri pun ketiduran. Nabi terbangun ketika matahari telah terbit dan berkata kepada Bilal. "Wahai Bilal, mana yang engkau ucapkan atau janjimu itu?" Bilal menjawab: "Belum pernah aku merasakan tidur seperti ini."
Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya Allah menggenggam atau menahan ruh kalian pada saat Dia kehendaki dan mengembalikannya pada saat Dia kehendaki. "Wahai Bilal, bangkit dan kumandangkanlah Azan untuk salat."
Baca juga: Ayat-ayat Al Quran Tentang Waktu Salat Fardhu
Rasulullah SAW kemudian berwudu dan ketika matahari telah terbit dan memutih (cahayanya sangat jelas). Beliau mengerjakan sAlat berjamaah bersama sahabat.
Salat yang dilaksanakan setelah berlalu waktuya ini disebut salat Qadha. Bagi orang yang terjaga sebelum waktu salat habis, dia harus segera melaksanakan salat. Dan bila tidak juga mengerjakannya sampai waktunya habis, dia dihukumi berdosa.
Ulama kharsimatik yang juga mantan Menteri Agama, M Quraish Shihab dalam bukunya "M Quraish Shihab Menjawab 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui" menyebutkan, kisah Rasulullah dan sahabat di atas merupakan jawaban bagi seseorang yang melewatkan waktu sAlat karena tertidur.
Dalam hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Jika salah seorang di antara kamu tertidur sehingga tidak melaksanakan sholat atau lupa melaksanakanya, maka hendaklah dia melaksanakannya ketika dia ingat. Allah berfirman: "Laksanakanlah sholat untuk mengingat-Ku".
Dalam hadits lain disebutkan: "Barangsiapa lupa melaksanakan salat, maka hendaklah ia melakukannya ketia dia ingat. Tidak ada kafarat atasnya, kecuali melaksanakan sAlat itu sendiri".
Tidur sama halnya dengan mati. Ruh manusia ketika itu berada di dalam genggaman Allah sehingga seseorang tidak dituntut bertanggung jawab ihwal apa yang dilakukan atau tidak dilakukannya ketika itu. Nabi dan sahabat beliau pun pernah ketiduran sehingga tidak salat pada waktunya. Namun, begitu mereka terjaga, mereka melaksanakan salat, walaupun waktu salat telah berlalu.
Baca juga: Detail Waktu Salat Fardhu dalam Kitab-kitab Fiqih, Kaum Muslim Wajib Tahu!
(wid)
















































