Instagram Reels Kini Bisa Diatur Sesuai Minat Pengguna

2 days ago 7
  • Apa fungsi fitur "Your Algorithm" di Instagram Reels?
  • Apakah fitur "Your Algorithm" sudah tersedia untuk semua pengguna?
  • Mengapa banyak pengguna Instagram menerima email reset password yang tidak diminta?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Instagram akhirnya memberi pengguna kendali atas konten yang mereka lihat di Instagram Reels. Melalui fitur bernama “Your Algorithm”, pengguna kini dapat secara langsung menentukan topik video yang ingin sering dimunculkan atau pun jarang di linimasa mereka.

Fitur ini sebelumnya telah diuji coba secara terbatas pada Oktober 2025. Kini, Instagram mengumumkan bahwa Your Algorithm telah diluncurkan secara global untuk seluruh pengguna berbahasa Inggis. Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh CEO Instagram, Adam Mosseri.

Mengutip Digital Trends, Rabu (21/1/2026), Mosseri menjelaskan fitur ini dirancang agar pengguna dapat secara aktif membentuk pengalaman menonton Reels. Melalui tab Reels, pengguna kini dapat menambahkan atau menghapus topik tertentu sesuai minat.

Menariknya, untuk waktu terbatas Instagram juga mengajak pengguna memilih tiga minat utama pada 2026, sebagai panduan awal bagi algoritma dalam merekomendasikan konten ke depan.

Namun, Your Algorithm tidak sepenuhnya menggantikan sistem rekomendasi yang sudah ada. Instagram tetap mempertimbangkan aktivitas pengguna, seperti video yang ditonton, disukai, atau dilewati.

Kini preferensi topik yang dipilih secara eksplisit kini ikut memengaruhi rekomendasi konten, sehingga pengguna tidak perlu lagi berulang kali menekan opsi “Tidak Tertarik”.

Pengguna juga dapat menyesuaikan preferensi kapan saja. Topik yang dirasa tidak lagi relevan bisa dihapus, dan minat baru dapat ditambahkan seiring perubahan preferensi.

Namun demikian, kontrol ini tetap memiliki batas. Menurut Engadget, fitur Your Algorithm tidak memungkinkan pengguna untuk sepenuhnya mengurangi iklan. Upaya menambahkan “iklan” sebagai topik yang ingin lebih jarang ditampilkan, misalnya akan memunculkan pesan kesalahan.

Sebaliknya, kategori yang lebih umum seperti “konten bersponsor” masih dapat ditambahkan. Bahkan topik “AI” juga tersedia, meski kemungkinan besar hanya memengaruhi video bertema kecerdasan buatan, bukan konten yang dibuat menggunakan AI.

Peluncuran fitur ini melanjutkan langkah Instagram dalam menyempurnakan pengalaman pengguna, termasuk menghadirkan Riwayat tontonan Reels serta memperluas fitur pengeditan dan kustomisasi bagi kreator.

Dengan Your Algorithm, Instagram menawarkan cara yang lebih sederhana untuk menyesuaikan linimasa Reels.

Reset Password Instagram Bikin Resah, Meta Bantah Kebocoran Data 17,5 Juta Pengguna

Sebelumnya, Instagram akhirnya buka suara terkait maraknya email permintaan reset kata sandi yang diterima banyak pengguna. Perusahaan menegaskan bahwa pesan tersebut bukan akibat kebocoran data, melainkan kesalahan teknis atau bug pada sistem.

Melalui unggahan resmi di platform X (sebelumnya Twitter), Meta menjelaskan bahwa terdapat gangguan yang memungkinkan pihak eksternal memicu pengiriman email reset password ke akun pengguna, walau tanpa permintaan langsung dari pemilik akun.

Mengutip Phone Arena, Selasa (13/1/2026), Instagram memastikan masalah tersebut telah diperbaiki dan tidak ada indikasi peretasan maupun kebocoran data pengguna.

“Kamu dapat mengabaikan email-email tersebut. Kami mohon maaf atas kebingungan yang terjadi,” tulis Instagram dalam pernyataannya.

Penjelasan ini turut membantah laporan yang menyebut Instagram telah kebocoran data besar. Laporan tersebut berasal dari perusahaan keamanan siber, Malwarebytes.

Mereka mengklaim beberapa informasi sensitif, seperti nama pengguna, alamat email, nomor telepon, hingga alamat fisik dari 17,5 juta pengguna Instagram telah ditawarkan di dark web.

Namun, Instagram menegaskan tidak ada pelanggaran keamanan pada sistem internalnya dan seluruh akun pengguna tetap aman. Meski demikian, perusahaan tidak mengungkap secara rinci penyebab teknis bug yang terjadi maupun bagaimana cara pihak eksternal bisa memicu permintaan reset password.

Pengguna Diminta Berhati-hati

Meski Instagram menyatakan tidak terjadi pelanggaran data, pengguna tetap diimbau untuk tingkatkan keamanan dan kewaspadaan. Jika menerima email reset kata sandi yang tidak pernah diminta, sebaiknya pesan tersebut langsung dihapus dan jangan mengklik tautan apa pun di dalamnya.

Untuk perlindungan tambahan, pengguna disarankan menggunakan kata sandi unik. Mengaktifkan autentikasi dua faktor (Two Factor Authentication/2FA) juga menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah akses tidak sah.

Pengguna juga dapat memeriksa daftar perangkat yang masuk ke akun melalui Meta Account Center guna mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini.

Meski masalah disebut telah selesai, Meta dinilai masih perlu memberikan penjelasan lebih lanjut. Hingga kini, belum ada kejelasan mengenai siapa pihak eksternal yang terlibat serta bagaimana mereka bisa mengirim permintaan reset password yang terlihat sah kepada pengguna Instagram.

Dapat Email Reset Password Instagram? Ini yang Harus Kamu Lakukan

Jutaan pengguna Instagram perlu waspada terkait munculnya gelombang email pengaturan ulang kata sandi (reset password) yang mencurigakan.

Fenomena ini diduga berkaitan dengan laporan kebocoran data. Sejumlah pengguna melaporkan telah menerima beberapa email permintaan reset password secara berturut-turut, padahal mereka tidak pernah melakukan permintaan tersebut.

Mengutip laman 9News, Minggu (11/1/2026), meskipun email tersebut tampak berasal dari alamat resmi Instagram, para ahli mendesak pengguna untuk berhati-hati.

Untuk menjaga keamanan akun, para pakar keamanan siber dan pihak Instagram menyarankan langkah-langkah berikut:

  • Abaikan Email Mencurigakan: Jangan mengklik tautan apa pun jika Anda merasa tidak melakukan permintaan reset password.
  • Verifikasi Pengirim: Pastikan email berasal dari domain resmi @mail.instagram.com.
  • Aktifkan 2FA: Sangat disarankan untuk mengaktifkan fitur autentikasi dua faktor (two-factor authentication) guna memberikan lapisan keamanan tambahan.
  • Ganti Password Secara Berkala: Jika merasa khawatir, segera ganti kata sandi secara mandiri melalui aplikasi resmi. 

Dugaan Kebocoran 17,5 Juta Data

Menurut laporan dari perusahaan keamanan siber, Malwarebytes, lonjakan email misterius ini disinyalir merupakan buntut dari insiden siber yang terjadi pada akhir 2024.

Dalam insiden tersebut, peretas diklaim berhasil melakukan scraping atau pengambilan data dari sekitar 17,5 juta profil pengguna.

Data sensitif yang diduga bocor meliputi:

  • Nama pengguna (username)
  • Alamat pengiriman
  • Nomor telepon
  • Alamat email

Malwarebytes memperingatkan bahwa data-data inilah yang kemungkinan digunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk memicu pengiriman email reset password massal guna memancing pengguna memberikan akses akun mereka. 

Ini Tanggapan Meta soal Banyak Pengguna Instagram Dapat Email Reset Password

17,5 juta akun Instagram dilaporkan mengalami kebocoran data pribadi, ditandai dengan maraknya notifikasi permintaan pengaturan ulang kata sandi (reset password) yang diterima pengguna.

Terkat isu ini, Meta selaku induk Instagram, akhirnya angkat bicara. Dikutip dari Daily Mail, Minggu (11/1/2026), Meta memberikan jaminan kepada pengguna bahwa tidak ada pelanggaran keamanan dan akun tetap aman.

"Kami telah memperbaiki masalah yang memungkinkan pihak eksternal untuk meminta email pengaturan ulang kata sandi untuk beberapa pengguna Instagram,” ujar Juru Bicara Instagram.

Ia menambahkan, pihaknya ingin meyakinkan semua orang bahwa tidak ada pelanggaran pada sistem kami dan akun Instagram orang-orang tetap aman.

"Orang-orang dapat mengabaikan email ini dan kami mohon maaf atas kebingungan yang mungkin ditimbulkan,” ucap juru bicara tersebut menegaskan.

Ribuan pengguna melaporkan telah menerima beberapa email permintaan pengaturan reset password selama beberapa hari terakhir.

Umumnya, pengguna menerima email dari Instagram yang menyatakan bahwa pengaturan ulang kata sandi telah diminta pada akun mereka.

Email tersebut menampilkan tombol "Atur Ulang Kata Sandi" berwarna biru besar di samping pesan:  'Jika Anda mengabaikan pesan ini, kata sandi Anda tidak akan diubah. Jika Anda tidak meminta pengaturan ulang kata sandi, beri tahu kami.’

Infografis Journal_Fakta Tren Istilah Healing Bagi Pengguna Media Sosial (Liputan6.com/Abdillah)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |