Liputan6.com, Jakarta - Aplikasi kebugaran online seperti Fitbit dan Strava dapat membantu pengguna mencapai target dan ada banyak pilihan latihan yang tersedia. Namun di balik kemudahan tersebut, sejumlah aplikasi ternyata mengumpulkan dan membagikan data pengguna dengan pihak ketiga untuk penargetan iklan dan tujuan lainnya.
Dilansir Android Authority, Kamis (15/1/2026), temuan ini diungkap Perusahaan VPN dan keamanan data Surfshark yang merilis laporan perbandingan 16 aplikasi kebugaran popular berdasarkan praktik pengumpulan data.
Data yang dianalisis bersumber dari halaman App Store Apple yang mencantumkan 35 jenis data unik yang dikategorikan ke dalam 16 kategori berbeda, mulai dari jumlah, jenis, dan penanganan data yang dikumpulkan oleh setiap aplikasi.
Dari hasil analisis tersebut, Fitbit dinilai sebagai aplikasi yang paling “haus data”. Firbit tercatat mengumpulkan 24 dari 35 jenis data yang ditentukan oleh Apple, hampir dua kali lipat dari rata-rata aplikasi kebugaran lainnya. Meski demikian, sebagian data tersebut digunakan untuk mendukung fungsionalitas aplikasi.
Sementara Strava disebut sebagai aplikasi yang paling berpotensi mengeksploitasi data di luar fungsi aplikasi. Aplikasi ini mengumpulkan 21 jenis data berbeda yang dapat dimanfaatkan untuk personalisasi produk, analitik, atau pemasaran.
Laporan Surfshark menemukan empat aplikasi mengumpulkan data lokasi presisi yang terhubung langsung dengan identitas pengguna termasuk Runna dan Strava. Selain itu, enam aplikasi mengumpulkan data lokasi kasar dengan Nike Training Club dan Peloton tercatat berbagi data kepada pihak ketiga.
Empat aplikasi juga disebut mengumpulkan informasi sensitif, seperti ras, detail kehamilan, opini politik, dan sebagainya. Nike Training Club termasuk di antaranya dengan praktik berbagi data sensitif ke pihak ketiga
Di sisi lain, Centr terlihat sebagai aplikasi yang paling sedikit mengumpulkan data, hanya mencatat tiga jenis informasi, yaitu ID pengguna, interaksi produk dan kerusakan. Namun, ketiganya tetap dilacak sistem.
Adapun aplikasi PUSH yang paling menjaga privasi. Aplikasi ini mengumpulkan data tanpa menghubungkannya dengan pengguna dan hanya menggunakan identitas untuk kebutuhan fungsionalitas aplikasi.
Spotify Perketat Keamanan, Akun Terlibat Pencurian Data Musik Langsung Dinonaktifkan
Sebelumnya, Spotify mengambil langkah tegas menjaga ekosistem musik digital dari praktik pencurian data dan pembajakan. Platform streaming musik asal Swedia ini mengonfirmasi telah mengidentifikasi serta menonaktifkan akun-akun terlibat aktivitas ilegal.
Langkah ini muncul di tengah laporan menyebut adanya upaya pengumpulan data besar-besaran dari Spotify, mencakup ratusan juta metadata lagu hingga puluhan juta file audio.
Data tersebut kabarnya akan disebarkan melalui jaringan peer to peer (P2P)dengan total ukuran mencapai 300 terabytes. Hingga 21 Desember 2025, data yang beredar ke publik masih terbatas pada metadata.
Belum ada bukti file audio lagu yang dilindungi hak cipta benar-benar dirilis secara bebas.
Mengutip pernyataan Spotify via Billboard, Rabu (24/12/2025), perusahaan menegaskan penyelidikan internal mendapati adanya pihak ketiga memanfaatkan metadata publik.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan taktik illegal untuk mengelabui sistem/teknologi untuk melindungi hak cipta atas konten digital (DRM) guna mengakses beberapa file audio yang berada di platform.
Isu ini mencuat setelah laporan dari Anna's Archive beredar luas melalui unggahan Yoav Zimmerman, CEO dan pendiri Third Chair, di LinkedIn.
Dalam unggahannya, Zimmermen menyoroti potensi penyalahgunaan data Spotify jika dikombinasikan dengan server pribadi dan layanan streaming mandiri seperti Plex.
Namun ia juga menyatakan, hak cipta dan risiko penegakan hukum menjadi hambatan utamanya. Jumlah file audio yang berada di platform streaming musik ini lebih besar dari angka dipaparkan oleh Anna’s Archive 3.000 terabytes.
Meski begitu, Zimmerman menilai bahwa insiden ini berpotensi melampaui MusicBrainz, yaitu arsip musik terbuka terbesar saat ini yang menyimpan sekitar lima juta trek.
Sementara itu, Anna’s Archive menyatakan bahwa proyek ini sejalan dengan misinya yang ingin melestarikan pengetahuan dan budaya. Yang selama ini berfokus pada buku serta dokumen, mereka juga menyebut bahwa pengambilan data Spotify guna untuk membangun arsip musik untuk pelestarian.
Strava Ungkap Perilaku Unik Pengguna Indonesia, Akui Tren Lokal Pengaruhi Pengembangan Fitur Baru
Apple baru saja mengumumkan para pemenang App Store Award 2025, di mana 17 aplikasi dan game sukses memenangkan penghargaan bergengsi ini. Salah satu aplikasi yang menjadi sorotan adalah Strava.
Jadi pemenang App Store Awards 2025 di kategori Apple Watch App of the Year, Matt Salazar, Chief Product Officer Strava, merasa bangga aplikasinya terpilih sebagai pemenang ajang tahunan milik Apple ini.
"Strava kini memiliki lebih dari 180 juta pengguna di 185 negara, dengan pertumbuhan seimbang di Amerika, EMEA, dan Asia Pasifik. Indonesia menjadi salah satu negara yang jumlah penggunanya berkembang pesat," kata Matt, dalam sesi wawancara App Store Award Virtual Briefing.
Ia mengakui, komunitas Strava di Indonesia berkembang pesat dan sangat aktif sehingga memberikan warna berbeda dibandingkan pasar pengguna aplikasi ini di negara lain di dunia.
"Kami melihat pertumbuhan sangat kuat. Banyak pengguna Indonesia melalui perjalanan kebugarannya melalui rekaman aktivitas di ponsel sebelum beralih menggunakan Apple Watch," katanya.
Karena hal tersebut, perusahaan akhirnya merombak pengalaman rekaman di aplikasi mobile sehingga rekaman aktivitas terasa mudah untuk pengguna baru yang belum memakai perangkat wearable.
Matt mengatakan, komunitas menjadi ciri paling terasa dari pengguna Indonesia ketimbang negara lainnya. Ia menyebut, salah satu tren paling tinggi dan berkembang di Strava adalah berbagi aktivitas. Tren 'fridge trens' yang viral di berbagai media sosial, diduga pertama kali muncul dari kreator Indonesia.
"Kami melihat kreativitas komunitas Strava di Indonesia berkembang sangat pesat. Stiker transparan yang dirilis langsung diadopsi pengguna Indonesia dengan cara baru dan menarik," ujar Matt.
Saat ditanyakan apakah Strava akan memperkenalkan fitur baru yang sesuai dengan kebutuhan pengguna lokal, Matt dan timnya sedang menyiapkan alat kreatif tambahan sehingga pengguna bisa menampilkan aktivitas dengan cara lebih personal.
Matt juga menegaskan, Indonesia akan terus menjadi pusat pengembangan fitur sosial dan komunitas di Strava. Strategi ini sejalan dengan ambisi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman aktif dan lebih inklusif.
Google Didenda Rp 6,9 T karena Langgar Privasi, Kumpulkan Data Pengguna Diam-Diam
Raksasa teknologi dunia, Google, kembali diterpa isu hukum. Kali ini, pengadilan federal di Amerika Serikat (AS) menjatuhkan vonis denda senilai USD 425 juta, atau setara dengan sekitar Rp 6,98 triliun (estimasi kurs Rp 16.425 per USD), karena dianggap melanggar privasi penggunanya.
Dikutip dari BBC, Kamis (4/9/2025), Google dinilai tetap mengumpulkan data dari jutaan penggunanya, bahkan setelah mereka mematikan fitur pelacakan di akun mereka.
Putusan ini muncul setelah sekelompok pengguna melayangkan gugatan, mengklaim bahwa Google secara ilegal mengakses perangkat seluler untuk mengumpulkan, menyimpan, dan menggunakan data, melanggar jaminan privasi yang tertera pada pengaturan "Web & App Activity".
Awalnya, para penggugat menuntut ganti rugi hingga lebih dari USD 31 miliar.
Seorang juru bicara Google menyatakan ketidaksetujuannya kepada BBC.
"Keputusan ini salah memahami cara kerja produk kami, dan kami akan mengajukan banding. Fitur privasi kami memberikan kontrol penuh kepada pengguna atas data mereka, dan ketika mereka mematikan personalisasi, kami menghormati pilihan itu," tegasnya.
Meskipun demikian, juri dalam kasus ini tetap memutuskan bahwa Google bersalah atas dua dari tiga klaim pelanggaran privasi, meski tidak ada unsur kesengajaan atau niat jahat di dalamnya.
Gugatan class action ini diajukan pada Juli 2020, mencakup sekitar 98 juta pengguna Google dan 174 juta perangkat. Para penggugat menuduh bahwa praktik pengumpulan data Google meluas ke ratusan ribu aplikasi, termasuk aplikasi ride-hailing Uber dan Lyft, raksasa e-commerce Alibaba dan Amazon, hingga media sosial Meta seperti Instagram dan Facebook.
Google sendiri berdalih, ketika pengguna mematikan pengaturan "Web & App Activity", bisnis yang menggunakan Google Analytics masih dapat mengumpulkan data tentang penggunaan situs dan aplikasi, tetapi informasi ini tidak mengidentifikasi pengguna secara individu dan tetap menghormati pilihan privasi mereka.

15 hours ago
3
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5472254/original/004016100_1768359852-Gojek_Error.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5471712/original/079891100_1768294045-Aplikasi_Gojek_Error_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468445/original/024054600_1767950879-Indonesian_WhatsApp_group-chat-bundle-1.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4205407/original/050665500_1666852451-pile-3d-instagram-logos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2845745/original/091933300_1562319808-2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4203050/original/004339100_1666688306-Aplikasi_Whatsapp_Down-Angga-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5452309/original/043096300_1766395045-Fitur_Baru_Spotify_Bikin_Libur_Akhir_Tahun_2025_Semakin_Seru_01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451794/original/030520800_1766372224-087668000_1703077982-happy-asian-tender-son-kisses-mother-mother-s-day-during-holiday-celebration-home.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5451323/original/095880900_1766281401-Daftar_Aplikasi_dan_Game_Paling_Banyak_Diunduh_di_Indonesia_01.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5434186/original/097369900_1764917390-Discord_Checkpoint.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1709951/original/096072300_1505372157-12.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5091266/original/036144200_1736661414-Grok.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5417477/original/023507800_1763534909-google-gemini-3.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5418959/original/074834400_1763632922-TIKTOK.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5428749/original/000036100_1764561605-Depositphotos_252418012_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5410444/original/059481900_1762933045-Fitur_Podcast_di_Threads.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4894646/original/043185100_1721267743-Ilustrasi_WA__WhatsApp_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3253585/original/029255900_1601446065-PicsArt_09-30-12.59.22-01.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1233197/original/051827400_1463211299-WhatsApp_Web_kirim_dokumen.jpg)




























