loading...
Dengan menggandeng raksasa logistik DHL untuk membangun pusat suku cadang di Indonesia, Jaecoo secara efektif memotong rantai tunggu impor yang selama ini menjadi mimpi buruk konsumen. Foto: Jaecoo Indonesia
JAKARTA - Sebuah ‘hantu’ tak kasat mata selama ini gentayangan di benak para pemilik mobil merek China di Indonesia: kelangkaan suku cadang. Kisah-kisah viral di media sosial tentang mobil premium yang ‘tertidur’ berbulan-bulan di bengkel karena menunggu komponen impor telah menjadi momok yang menakutkan.
Jaecoo, merek premium asal Tiongkok yang baru saja melakukan debut akbarnya di panggung GIIAS 2025, sadar betul bahwa untuk merebut hati pasar Indonesia, pameran mobil canggih saja tidak cukup. Mereka harus terlebih dahulu menaklukkan monster terbesar yaitu keraguan akan layanan purna jual.
Sebuah Janji Bernilai Ratusan Juta
Sebelum resmi menjual satu unit pun, Jaecoo telah membangun fondasi kepercayaan. Mereka mengerti betapa menyakitkannya bagi konsumen yang telah berinvestasi besar pada sebuah kendaraan.
"Misalkan, beli mobil Rp499 juta, kalau misalkan amit-amit ada sparepart yang harus diganti mesti menunggu, ya kasihan juga," ujar Mohammad Ilham Pratama, Head of Marketing Jaecoo Indonesia, dengan nada empatik. Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi, melainkan pengakuan atas masalah nyata yang ada di pasar.
Sebagai bukti nyata, Ilham mengungkap langkah strategis mereka. "Kita ada gudang khusus suku cadang bersama DHL. Jadi kami sudah mempersiapkan, khususnya spare part fast moving," ungkapnya.
Dengan menggandeng raksasa logistik dunia untuk membangun pusat suku cadang di Indonesia, Jaecoo secara efektif memotong rantai tunggu impor yang selama ini menjadi mimpi buruk konsumen.
Ditambah lagi, seluruh model mereka dirakit secara lokal, semakin memperkuat komitmen ketersediaan komponen.