Dorong Transformasi Mutu JKN, BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Seva Paramahita Award 2026

3 hours ago 4

loading...

Foto bersama Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, Dirut BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, dan Dirjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi beserta penerima .Seva Paramahita Award 2026

JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan secara resmi menyelenggarakan penganugerahan Seva Paramahita Award 2026 di Jakarta pada Selasa (15/9), sebagai bentuk apresiasi kepada fasilitas kesehatan (faskes) yang berkomitmen tinggi dalam menghadirkan pelayanan berkualitas bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Acara penganugerahan ini menjadi rangkaian penting dalam Pertemuan Nasional Fasilitas Kesehatan BPJS Kesehatan Tahun 2026. Ajang ini menyoroti pentingnya transformasi mutu layanan kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada kuantitas atau jumlah pelayanan, tetapi juga berfokus pada manfaat kesehatan nyata yang dirasakan langsung oleh peserta.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengungkapkan bahwa perluasan cakupan kepesertaan JKN harus diiringi dengan peningkatan mutu layanan dari seluruh fasilitas kesehatan. Per 1 September 2026, Program JKN tercatat telah memberikan perlindungan jaminan kesehatan kepada sekitar 284,3 juta penduduk, atau mencakup lebih dari 80,6 persen dari total populasi Indonesia.

"Tugas kita bukan hanya memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta, tetapi juga menjamin bahwa ketika membutuhkan pelayanan kesehatan, mereka memperoleh layanan yang bermutu serta perlindungan dari risiko finansial," ujar Pujo dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9).

Dorong Transformasi Mutu JKN, BPJS Kesehatan Beri Penghargaan Seva Paramahita Award 2026

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito saat memberi sambutan dalam penganugerahan Seva Paramahita Award 2026 di Jakarta pada Selasa (15/9)

Pujo memaparkan bahwa perluasan akses masyarakat turut tercermin dari semakin bertambahnya fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Per 1 September 2026, tercatat sebanyak 23.816 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), 3.221 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL), serta 7.185 sarana penunjang telah bermitra dengan BPJS Kesehatan. Kendati demikian, jumlah tersebut harus terus diselaraskan dengan kualitas pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan medis guna memberikan hasil kesehatan yang optimal.

Dalam catatan pembiayaan, sepanjang rentang tahun 2014 hingga 2025, BPJS Kesehatan telah menggelontorkan dana lebih dari Rp1.279,8 triliun kepada fasilitas kesehatan untuk pembayaran klaim pelayanan kesehatan. Pujo menegaskan bahwa angka tersebut bukan jumlah yang kecil, mengingat jutaan masyarakat sangat bergantung pada Program JKN untuk berobat, terutama bagi pasien dengan penyakit berat yang memerlukan penanganan jangka panjang.

"Transformasi yang perlu kita bangun bersama adalah dari volume menuju value. Value based care bukan tentang mengurangi pelayanan, tetapi memastikan peserta memperoleh pelayanan yang tepat, pada waktu yang tepat, sesuai kebutuhan medis, dengan hasil kesehatan yang terbaik," tegas Pujo.

Melalui pemberian Seva Paramahita Award 2026, faskes yang menunjukkan kinerja, inovasi, dedikasi, serta tata kelola dan integritas terbaik diharapkan dapat menjadi role model, pusat pertukaran ilmu, serta teladan dalam menyebarluaskan praktik-praktik baik (best practices) pelayanan JKN.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menambahkan bahwa mutu pelayanan selalu berdiri di atas fondasi tata kelola dan integritas yang kuat dari seluruh elemen fasilitas kesehatan. Menurutnya, faskes memegang peran strategis karena bersentuhan langsung dengan pengalaman peserta.

"Seva Paramita Award mencerminkan semangat pengabdian melalui pelayanan terbaik. Penghargaan ini bukan hanya pengakuan atas pencapaian, tetapi juga peneguhan tanggung jawab moral dan profesional untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi peserta JKN kita," kata Stevanus.

Senada dengan hal tersebut, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menekankan bahwa fondasi utama sistem JKN terletak pada fasilitas kesehatan yang harus terus didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta kepuasan para penggunanya. Ia berharap para penerima penghargaan ini dapat menjadi inspirasi dan diduplikasi di berbagai wilayah tanah air.

"Kita bersyukur BPJS Kesehatan terus tumbuh menjadi model gotong royong nasional yang kuat. Kepada semua pihak, mari kita terus bekerja keras bahu-membahu agar gotong royong raksasa bidang pelayanan kesehatan JKN ini terus sehat, kuat, dan menjadi pelayan bagi kesehatan nasional kita. Kita berharap tidak ada lagi kekhawatiran masyarakat jatuh miskin seketika akibat sakit," ungkap Muhaimin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI, Maria Endang Sumiwi, turut mengapresiasi sinergi yang terbangun. Ia meyakini bahwa penghargaan ini mampu memotivasi tenaga medis untuk melayani pasien secara aman, bermutu, dan bermartabat.

"Tidak ada program JKN yang berkelanjutan tanpa hubungan kerja sama yang sehat antara Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, dan masyarakat," tutur Maria Endang.

Dalam kesempatan yang sama, BPJS Kesehatan turut meluncurkan wajah baru Petugas BPJS SATU (BPJS Siap Membantu) guna memperkuat pengalaman peserta dalam memperoleh informasi dan pendampingan di faskes. Selain itu, BPJS Kesehatan juga memperkuat pembiayaan melalui koordinasi dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT) lewat skema Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ), guna memastikan peserta mendapatkan layanan terintegrasi tanpa harus menanggung out-of-pocket di luar ketentuan.

Berikut 30 penerima apresiasi Fasilitas Kesehatan Berkomitmen dalam Pelayanan Kesehatan Program JKN Tingkat Nasional 2026:

Kategori Puskesmas

Juara 1 Puskesmas Umbulsari, Kabupaten Jember

Juara 2 Upt. Puskesmas Petung, Kabupaten Penajam Paser Utara

Juara 3 Puskesmas Palakka, Kabupaten Barru

Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter

Juara 1 Dr. Efri Yeni, Kabupaten Padang Pariaman

Juara 2 dr. Fitrijah, Kabupaten Jombang

Juara 3 Dr. Sintje Tjengnis, Kota Ambon

Kategori Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi

Juara 1 Drg. Fitri Eka Rahmafuri, Kabupaten Jember

Juara 2 Drg. Hj. Aminah, Mm, Kabupaten Solok Selatan

Juara 3 Drg. Asrofi, Kabupaten Temanggung

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |