Daftar 5 Monster UFC yang Siap Menguji Ambisi Khamzat Chimaev Juara 3 Divisi

1 week ago 9

loading...

Khamzat Chimaev mengukuhkan namanya di jajaran elit UFC setelah tampil dominan dan merebut sabuk juara kelas menengah dari Dricus du Plessis di UFC 319 / Foto: Tangkapan layar Instagram Khamzat Chiamaev (@khamzat_chimaev)

Khamzat Chimaev mengukuhkan namanya di jajaran elit UFC setelah tampil dominan dan merebut sabuk juara kelas menengah dari Dricus du Plessis di UFC 319. Kemenangan telak di United Center, Minggu (17/8/2025), bukan sekadar perebutan gelar, melainkan pengakuan era baru dalam olahraga MMA.

Chimaev menunjukkan keunggulan gulatnya yang luar biasa, berulang kali menjatuhkan du Plessis, mengendalikannya di posisi cross-face, dan menghujaninya dengan pukulan. Performa brutal ini membuat banyak pihak bertanya-tanya, adakah petarung yang bisa menghentikan dominasinya?

Meskipun kini menjadi raja di kelas 185 pound (menengah), Chimaev telah menyatakan ketertarikannya untuk bertarung di berbagai kelas, bahkan berambisi menjadi juara tiga divisi pertama dalam sejarah UFC. Petarung yang dikenal dengan julukan Borz pernah mengisyaratkan kembali ke kelas welter (170 pound) dan juga tertarik dengan tantangan di kelas berat ringan (205 pound).

Baca Juga: Siapa yang Berani Tantang Khamzat Chimaev? Kamaru Usman Usulkan Petarung Peringkat 7

Melihat ambisi tersebut, ada lima petarung paling berbahaya yang bisa menguji Chimaev. Mari kita urutkan yang paling memungkinkan hingga tantangan terberatnya.

Daftar Kandidat Lawan Khamzat Chimaev di Berbagai Kelas

1. Jon Jones (Juara Kelas Berat UFC)

Jon Jones adalah mimpi buruk terburuk bagi Khamzat Chimaev. Meskipun pertarungan ini sangat kecil kemungkinannya terjadi, Jon Jones memiliki segala yang dibutuhkan untuk mengalahkan "Borz". Pertahanan takedown Jones, ukuran tubuh yang masif, dan IQ bertarung yang tak tertandingi akan menumpulkan senjata utama Chimaev, yaitu gulat. Dari sana, Jones bisa mengendalikan pertarungan dari jarak jauh, menguras energi Chimaev dengan tendangan dan serangan clinch. Pengalaman dan kemampuannya untuk beradaptasi hampir menjamin kemenangan melalui keputusan juri atau bahkan finish di ronde-ronde akhir.

2. Magomed Ankalaev (Juara Kelas Berat Ringan UFC)

Juara kelas berat ringan UFC ini memiliki gaya bertarung yang sabar, bertahan, dan memiliki kekuatan KO. Berbeda dengan Chimaev yang suka kekacauan, Ankalaev lebih suka memperlambat tempo dan menghukum setiap kesalahan lawan. Jika Chimaev gagal dalam percobaan takedown pertamanya, Ankalaev akan membalasnya dengan serangan balik, tendangan kaki, dan tekanan konstan. Gayanya yang efektif dan tak mencolok sangat mematikan bagi petarung yang mengandalkan gulat.

Baca Juga: Khamzat Chimaev Tolak Pengalungan Sabuk Kelas Menengah UFC dari Dana White, Kenapa?

3. Shavkat Rakhmonov (Penantang Kelas Welter UFC)

Shavkat Rakhmonov bagaikan cermin dari Chimaev: tak terkalahkan, tanpa ampun, dan tenang. Ia memiliki teknik submission yang lebih halus dan tak mudah goyah dalam pertarungan jarak dekat. Pertarungan antara keduanya akan bergantung pada siapa yang lebih dulu berhasil mengendalikan gulat. Keseimbangan Shavkat antara striking dan jiu-jitsu menjadikannya lawan yang sangat berbahaya, terutama jika Chimaev kembali ke kelas welter.

4. Vadim Nemkov (Kelas Berat PFL)

Sebagai mantan juara kelas berat ringan Bellator, Vadim Nemkov memiliki keunggulan dalam pertahanan gulat berkat latihan sambo di bawah bimbingan Fedor Emelianenko. Jika Chimaev tidak mampu menjatuhkannya, kemampuan striking Nemkov yang bersih, terutama tendangannya, bisa merusak Chimaev. Dengan stamina prima dan ketenangan di bawah tekanan, Nemkov bisa menjadi lawan yang sangat merepotkan.

5. Reinier de Ridder (Penantang Kelas Menengah UFC)

Mantan juara dua divisi ONE Championship ini dikenal sebagai master grappling. Reinier de Ridder menawarkan ujian submission paling murni bagi Chimaev di kelas menengah. Teknik submission dan kreativitasnya saat berebut posisi sangat berbahaya. Jika Chimaev terlalu agresif, De Ridder bisa saja menjebaknya. Namun, pertarungan stand-up De Ridder yang masih terbatas menjadikannya lawan yang paling "mudah" di daftar ini.

(yov)

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |