loading...
Turunnya ayat perang menjadi penegasan bahwa izin berperang turun sebagai respons terhadap penindasan terhadap umat Islam, bukan untuk memulai agresi. Foto ilustrasi/ist
Berita mengenai konflik dan peperangan masih mendominasi pemberitaan dunia. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat, khususnya umat Islam, mengenai bagaimana Islam memandang peperangan. Benarkah Al-Qur'an memerintahkan umat Islam untuk berperang?
Pertanyaan tersebut kerap menjadi bahan perdebatan, bahkan tidak sedikit yang menjadikan ayat-ayat perang sebagai alasan untuk menuduh Islam sebagai agama yang identik dengan kekerasan. Padahal, jika ditelusuri secara utuh, sejarah turunnya ayat-ayat perang menunjukkan fakta yang sangat berbeda.
Islam yang dibawa Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah agama rahmatan lil 'alamin, yakni agama yang membawa rahmat, keadilan, dan kemaslahatan bagi seluruh alam semesta.
Sejarah juga mencatat bahwa peperangan telah terjadi jauh sebelum diutusnya Nabi Muhammad SAW. Karena itu, perang bukanlah ajaran baru dalam Islam. Yang membedakan, Islam menetapkan aturan yang sangat ketat mengenai kapan perang dibolehkan dan bagaimana etika ketika peperangan berlangsung.
Perang dalam Islam Bukan untuk Agresi
Al-Qur'an tidak mengajarkan umat Islam memulai peperangan demi perluasan wilayah atau kepentingan duniawi. Perang dibolehkan sebagai bentuk mempertahankan diri dari kezaliman, melindungi kebebasan beragama, serta menjaga keselamatan kaum muslim yang ditindas.
Baca juga: Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Apa yang dilakukan Rasulullah SAW dalam setiap peperangan bukanlah keputusan berdasarkan hawa nafsu, melainkan wahyu dari Allah Ta'ala.
Allah berfirman:
"Dan tidaklah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan kepadanya."
(QS An-Najm: 3-4)
Dengan demikian, setiap keputusan Nabi SAW dalam menghadapi kaum Quraisy memiliki landasan syariat, bukan dorongan balas dendam ataupun ambisi kekuasaan.
Awal Turunnya Izin Berperang
Dalam Sirah Nabawiyah karya Ibnu Hisyam dijelaskan bahwa selama sekitar 13 tahun berdakwah di Makkah, Rasulullah SAW sama sekali belum diperintahkan mengangkat senjata.
Kaum muslim saat itu hanya diperintahkan untuk berdakwah, bersabar, memaafkan gangguan kaum musyrikin, dan tidak membalas kekerasan dengan kekerasan.


















































