WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya

6 hours ago 8

loading...

Seseorang yang diduga terinfeksi hantavirus dipindahkan ke ambulans di Cabo Verde. Foto/WHO

NEW YORK - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan wabah hantavirus mematikan di atas kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik menimbulkan risiko kesehatan masyarakat global yang rendah. Menurut badan tersebut, ini bukanlah awal dari pandemi Covid-19 lainnya.

Tiga orang telah meninggal dan beberapa lainnya jatuh sakit di atas kapal MV Hondius berbendera Belanda, yang memicu respons kesehatan masyarakat internasional besar-besaran yang melibatkan negara-negara di seluruh Eropa, Afrika, dan Amerika Latin.

Baca Juga: Awas! Hantavirus Sudah Sampai Singapura, 2 Warga Diisolasi

Peringatan pertama datang dari Inggris, yang memberi tahu WHO berdasarkan Peraturan Kesehatan Internasional (IHR) tentang wabah tersebut setelah penumpang di atas kapal tersebut mengalami penyakit pernapasan parah selama perjalanan dari Argentina ke Cabo Verde (Cape Verde).

Dalam pengarahan kepada wartawan di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan delapan kasus telah dilaporkan sejauh ini, termasuk lima infeksi yang dikonfirmasi laboratorium dan tiga kasus yang dicurigai terkait dengan strain hantavirus Andes yang langka.

Risiko Rendah bagi Manusia

Hantavirus adalah virus zoonosis yang dibawa oleh hewan pengerat dan biasanya ditularkan ke manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau urin, air liur, atau kotorannya.

Strain Andes, yang ditemukan di beberapa bagian Amerika Latin, adalah satu-satunya hantavirus yang diketahui mampu menular dari manusia ke manusia dalam jumlah terbatas.

Menurut WHO, penularan umumnya membutuhkan kontak dekat dan berkepanjangan, terutama di antara anggota keluarga, pasangan intim, atau petugas kesehatan.

“Pada tahap ini, risiko kesehatan masyarakat secara keseluruhan tetap rendah,” kata Tedros, yang dilansir UN News, Jumat (8/5/2026).

Para pejabat WHO menegaskan bahwa wabah ini sangat berbeda dari pandemi virus corona 2019-2020 yang menewaskan jutaan orang di seluruh dunia.

“Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal dari pandemi Covid,” kata Maria Van Kerkhove, pelaksana tugas direktur WHO untuk manajemen epidemi dan pandemi.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |