loading...
Ratusan karyawan PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek bersama anggota keluarga mendatangi Kantor Bupati Aceh Utara. Foto/istimewa
ACEH - Ratusan karyawan PTPN IV Regional VI Kebun Cot Girek bersama anggota keluarga mendatangi Kantor Bupati Aceh Utara, kemarin. Mereka menyampaikan keresahan atas belum tuntasnya persoalan klaim lahan yang berkembang di wilayah perkebunan tersebut.
Mereka mengaku khawatir ketidakpastian penyelesaian persoalan lahan akan berdampak terhadap stabilitas kerja dan kehidupan sosial masyarakat sekitar perkebunan. Sebagian besar warga Cot Girek menggantungkan penghasilan dari aktivitas perkebunan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Kami hanya ingin bekerja dengan tenang. Selama ini masyarakat sangat terbantu secara ekonomi dari keberadaan perusahaan. Kalau persoalan ini terus berlarut, masyarakat kecil yang paling merasakan dampaknya,” ujar Rusli Cut Ali di sela aksi dikutip Jumat (8/5/2026).
Baca juga: PTPN IV Pastikan Kebun Teh di Simalungun Tak Akan Dikonversi
Para pekerja juga meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menjembatani aspirasi mereka kepada pemerintah pusat dan instansi terkait. Mereka berharap ada langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian sengketa secara adil dan transparan.
Sejumlah peserta aksi mengaku mulai merasakan tekanan psikologis akibat situasi yang belum menentu. Fandi Afrian Rinaldi, salah seorang pekerja, mengatakan isu yang terus berkembang di lapangan membuat masyarakat dihantui rasa khawatir terhadap masa depan pekerjaan mereka.
Lihat video: Detik-Detik Heli BNPB ‘Guyur’ Bantuan ke Warga di Aceh Utara
“Kami hanya pekerja biasa yang sehari-hari hidup dari kebun. Harapan kami pemerintah hadir memberikan kepastian agar kondisi sosial tetap terjaga,” ujarnya.


















































