Think Tank Eropa Sebut Invasi Iran Akan Picu Kerugian Besar bagi AS, Ini 4 Pemicunya

10 hours ago 4

loading...

Think tank Eropa sebut invasi Iran akan picu kerugian besar. Foto/X/@AecioEscalante

TEHERAN - AS menghadapi risiko serius jika menyerang Iran lagi, yang menahan sebagian besar kekuatan militernya selama perang 12 hari Juni 2025, dan agresi di masa depan dapat memicu respons yang jauh lebih kuat. Itu merupakan peringatan Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR).

Think Tank Eropa Sebut Invasi Iran Akan Picu Kerugian Besar bagi AS, Ini 4 Pemicunya

1. Ada Tantangan Logistik dan Operasional

Sebuah laporan dari ECFR yang diterbitkan pada hari Selasa menyoroti kombinasi ukuran, populasi, dan kemampuan militer Iran yang tak tertandingi, dengan mengatakan, “Dengan lebih dari 90 juta warga dan wilayah yang hampir empat kali lebih besar dari Irak, Iran menghadirkan tantangan logistik dan operasional yang jauh melebihi intervensi AS sebelumnya.”

Populasi Libya selama agresi NATO tahun 2011 lima belas kali lebih kecil daripada populasi Iran, sementara populasi Irak pada invasi tahun 2003 kurang dari sepertiga populasi Iran saat ini, menurut laporan tersebut.

ECFR mencatat bahwa skala tersebut, dikombinasikan dengan keragaman geografis Iran, membuat setiap upaya untuk menggulingkan pemerintah Iran sangat sulit.


2. Iran Masih Punya Banyak Persenjataan Militernya

Selama perang Juni 2025, Iran sengaja menahan diri untuk tidak menggunakan sebagian besar persenjataan militernya. Analis ECFR mengamati bahwa Teheran "dapat mengerahkan senjata dan strategi yang selama ini disimpannya jika keamanan nasionalnya terancam."

Pengekangan yang disengaja ini menggambarkan kesabaran strategis dan pencegahan yang kredibel dari Iran, yang menandakan bahwa eskalasi AS lebih lanjut akan menghadapi perlawanan yang tangguh, menurut laporan tersebut.

Baca Juga: 6 Biaya Keanggotaan Organisasi Dunia, Paling Mahal BoP Trump Capai Rp17 Triliun

3. Iran Memiliki Sekutu Regional

Iran juga diuntungkan oleh jaringan sekutu regional, termasuk kelompok perlawanan di Irak, Lebanon, dan Yaman, yang dapat mengoordinasikan tindakan defensif atau pembalasan terhadap calon agresor.

Menurut laporan tersebut, kesiapan militer Teheran melampaui kekuatan konvensional karena mampu melindungi infrastruktur minyak penting dan mengendalikan Selat Hormuz, titik strategis penting untuk pasokan energi global. Gangguan apa pun di sana dapat menyebabkan konsekuensi ekonomi yang parah di seluruh dunia.

4. Intervensi AS Picu Ketidakstabilan

Pengalaman historis memperkuat peringatan ECFR. Intervensi AS di Libya dan Suriah di masa lalu, yang diluncurkan dengan dalih melindungi warga sipil, malah mengakibatkan ketidakstabilan yang berkepanjangan, keruntuhan ekonomi, dan kekacauan yang meluas.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |