Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang

4 hours ago 6

loading...

Perdamaian menjadikan posisi Iran jadi pemenang, sedangkan Israel tetap berstatus sebagai pecundang. Foto/X/DailyIranNews

TEHERAN - Iran muncul dari perang dengan lebih kuat dan lebih berani, sementara Israel sekarang menghadapi keseimbangan regional yang kurang menguntungkan. Itu diungkapkan mantan duta besar Israel untuk AS, Alon Pinkas.

Mengapa Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang?

1. Iran Mengubah Keseimbangan Regional selama Perang

Berbicara kepada Al Jazeera dari Israel, Pinkas mengatakan mungkin terlalu dini untuk mengatakan apakah Israel lebih aman atau kurang aman setelah konflik, tetapi berpendapat bahwa lanskap geopolitik telah jelas bergeser.

“Iran pada pertengahan Juni 2026 secara eksponensial lebih kuat secara geopolitik dan lebih berani daripada Iran pada 28 Februari, hari dimulainya perang,” katanya, menambahkan bahwa Iran telah mengubah keseimbangan regional selama perang.


2. Iran Berhasil Menyerang Negara-negara Arab

“Iran telah mengubah persamaan strategis. Iran telah menyerang negara-negara Teluk Arab. Dan Iran telah menciptakan perpecahan antara Israel dan AS,” katanya, memperingatkan bahwa keseimbangan pasca-perang antara Israel dan Iran tetap tidak pasti, tetapi mengatakan bahwa hal itu tidak akan lagi menguntungkan Israel dengan cara yang sama.

“Masih harus dilihat keseimbangan kekuatan seperti apa yang akan berkembang antara Israel dan Iran, tetapi yang pasti akan berbeda dan kurang menguntungkan bagi Israel daripada yang ada pada bulan Februari,” kata Pinkas.

3. Israel Ingin Menguji Kesabaran AS

Bukan rahasia lagi bahwa Israel tidak menginginkan kesepakatan ini, jadi masuk akal jika mereka menguji apakah mereka dapat menghentikannya atau apakah AS akan menahannya, kata Gideon Levy, seorang kolumnis di media berita Israel Haaretz.

“Jika Anda adalah Israel yang ingin perang berlanjut, yang masih melihat hal-hal ini secara eksklusif melalui lensa militer dan ingin menggagalkan kesepakatan ini, yang tidak memberikan hal-hal yang membuat Anda menyeret Amerika ke dalam perang sejak awal, mengapa Anda tidak menguji lagi apakah Anda dapat meruntuhkan ini,” kata Levy kepada Al Jazeera.

4. Israel Masih Ingin Bermain di Lebanon

“Saya pikir apa yang coba dilakukan pihak Israel adalah berharap kesepakatan itu masih bisa dibatalkan. Jika tidak, setidaknya mereka akan bermain untuk kepentingan politik domestik mereka dan membiarkan sebanyak mungkin hal tetap terbuka di front Lebanon," kata Levy.

Israel masih menduduki beberapa bagian Lebanon dan terus melakukan ancaman evakuasi serta membersihkan kota dan desa, kata Levy, menambahkan bahwa Israel ingin menambah jumlah tersebut.

5. Netanyahu Berselisih dengan Trump

Mantan duta besar Israel untuk AS, Alon Pinkas, mengatakan teguran publik Trump terhadap Israel atas serangan terbarunya di Beirut mencerminkan keretakan langka antara Washington dan Israel.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Israel, Pinkas mengatakan Israel belum pernah begitu jelas berselisih dengan presiden AS selama beberapa dekade.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |