Pimpin Misi Dagang Perdana, Khofifah Sukses Integrasikan Pasar Jatim-Jateng Lebih dari Rp3,152 Triliun

22 hours ago 4

loading...

Misi dagang perdana 2026, Jatim-Jateng sukses mencetak transaksi fantastis Rp3,15 Triliun

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Perdana Tahun 2026 Provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah di Ballroom PO Hotel Semarang, Kamis (29/1). Misi Dagang Jatim-Jatim ini berhasil mencatatkan total komitmen transaksi sebesar Rp3.152.408.358.000.

Turut hadir dalam Misi Dagang tersebut Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, beberapa jajaran Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim dan Jateng, HIPMI Jatim dan Jateng, Kadin Jatim dan Jateng, IWAPI Jatim dan Jateng, REI Jatim dan Jateng, Gekrarfs Jatim dan Jateng.

Misi dagang ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat jejaring konektivitas perdagangan, memperluas pasar domestik, serta mendorong integrasi rantai pasok antarwilayah sebagai bagian dari penguatan ekonomi regional.

“Matur nuwun semuanya, ini menjadi sinergi yang luar biasa. Dari business matching yang dilakukan, terlihat adanya kebutuhan yang bersifat komplementer,” tegas Khofifah.

“Jawa Timur membutuhkan produk dari Jawa Tengah, demikian pula sebaliknya. Alhamdulillah, hingga pukul 17.00 WIB nilai transaksi telah menembus Rp3,152 triliun lebih,” ungkapnya.

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa nilai total transaksi tersebut terdiri atas Jatim Jual sebesar Rp2.759.547.585.000,-, Jatim Beli Rp296.860.773.000,-, dan Jatim Investasi sebesar Rp 96.000.000.000,-.

Jawa Timur mencatatkan penjualan untuk produk rokok, beras, kopi, tetes/molasses, pakan Ikan dan Udang, benih tebu, surimi, daging ayam dan sapi, produk olahan daging ayam dan sapi, susu, gula kristal putih, DOC, Fillet Dori dan Aneka Seafood, Sapi Ternak, Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura, Jagung, Produk Tekstil, Veneer, Ikan Bandeng Asap, Benih Jagung Hibrida, Udang dan Kulit Ikan, dan Pupuk Organik Cair.

Sementara itu, dalam skema Jatim Beli, Jawa Timur melakukan pembelian Kayu Bulat, Telur Ikan, Karung, Cengkeh, Tembakau, Katul, Minuman Botanical Seduh, Sambal Pecel, Botol Plastik, Biji Carica, Tepung Tapioka, Tas Anyam, dan Gula Merah Tebu dari Jawa Tengah. Pola transaksi dua arah ini memperkuat integrasi pasar domestik sekaligus mengoptimalkan muatan berangkat dan muatan balik antarwilayah. Terkait Jatim investasi yaitu pembangunan perumahan.

“Produk yang diperdagangkan dalam misi dagang ini mencerminkan kekuatan dan kebutuhan masing-masing daerah,” ujar Khofifah.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |