Pertamina dan Jababeka Lanjutkan Kolaborasi Wujudkan Net Zero Emission

5 hours ago 11

loading...

Jababeka dan Pertamina kembali memperkuat kerja sama dan berkolaborasi dalam transformasi menuju kawasan yang hijau dan bersih, Jumat (18/9/2026). Foto/Dok. SindoNews

BEKASI - PT Jababeka Tbk (KIJA) dan PT Pertamina (Persero) kembali memperkuat kerja sama dan berkolaborasi dalam transformasi menuju kawasan yang hijau dan bersih. Kolaborasi ini dijalankan melalui pemanfaatan energi bersih di kawasan industri, pengolahan limbah atau sampah menjadi energi, serta penggunaan hidrogen untuk industri dan transportasi.

Tujuannya adalah membantu perusahaan-perusahaan di kawasan tersebut mengurangi emisi karbon serta mewujudkan kawasan yang lebih bersih, hijau, dan nyaman untuk bekerja, tinggal, dan beraktivitas.
Kolaborasi tersebut disampaikan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono dan Direktur Utama Jababeka Infrastruktur Didik Purbadi dalam sesi berbagi (sharing session) atau seminar bertajuk “Ketahanan Energi dan Keberlanjutan dengan Transisi Energi: Menuju Net Zero Industrial Estate dengan Energy Security”. Baca juga: Pertamina NRE Bangun Pusat Pengembangan Bioetanol di Lampung, Target 1 Juta KL per Tahun

Seminar ini diselenggarakan Jababeka Net Zero Industrial Cluster Community (NZICC) bersama Pertamina di Java Palace Hotel, Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi, Jumat (18/9/2026). NZICC beranggotakan para tenant (perusahaan) di Jababeka yang memiliki komitmen dan aksi nyata menuju emisi nol bersih (net zero emission) dan industri hijau. ”Berbagai kegiatan dijalankan, seperti Jababeka Eco Week, seminar, sharing session, serta kemitraan business to business(B2B), government to business (G2B), dan lainnya yang terkait dengan transformasi dekarbonisasi dan keberlanjutan (sustainability),” katanya, Selasa (22/9/2026).

Didik menjelaskan, Jababeka merupakan pionir pengembang kawasan industri swasta pertama di Indonesia. Kawasan Industri Jababeka didirikan pada 1989 oleh 21 pengusaha nasional di Cikarang, Bekasi, dengan konsep kawasan industri modern berwawasan lingkungan dan berinfrastruktur terintegrasi (Eco-Industrial Estate) agar berdaya saing global dalam menarik investasi ke Tanah Air.

Saat ini Kawasan Industri Jababeka dihuni sekitar 2.000 perusahaan multinasional dari 36 negara yang dikelola oleh PT Jababeka Infrastruktur. Sejak awal pembangunannya, kawasan ini disiapkan sebagai kawasan eko-industri modern dan berkelanjutan pertama di Indonesia, yang dikembangkan bersama ProLH GTZ di bawah program kerja sama teknis yang dibentuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia dan Republik Jerman.

Infrastruktur dasar Kawasan Industri Jababeka merupakan yang terlengkap dan terintegrasi, dengan semuanya berlandaskan prinsip keberlanjutan. Contohnya adalah pembangkit listrik swasta pertama yang menggunakan gas dan tidak memakai batu bara sejak 35 tahun lalu; water treatment plant (WTP) yang memanfaatkan air permukaan, bukan air tanah; serta instalasi pengolahan air limbah (IPAL) terpadu pertama di Tanah Air.

Jababeka juga menyusun Tata Tertib Kawasan agar industri yang masuk menaati regulasi dan menjaga lingkungan, membangun dry port untuk efisiensi logistik serta pengurangan emisi dan truk kelebihan dimensi dan muatan (over dimension over loading/ODOL) melalui angkutan kereta api ke pelabuhan, dan menyiapkan angkutan massal bagi pekerja.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |