Pengamat Militer: Super Garuda Shield 2026 Tegaskan Peran Strategis Indonesia di Indo-Pasifik

2 hours ago 3

loading...

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, latihan Super Garuda Shield 2026 memiliki signifikansi besar hingga penegasan posisi geopolitik Indonesia. Foto/Ist

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI), Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (AS), bersama 13 negara kontributor pasukan, resmi membuka latihan Super Garuda Shield 2026 diSekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI), Bandung, Jawa Barat, Senin, 31 Agustus 2026.

Pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, latihan Super Garuda Shield 2026 memiliki signifikansi besar sebagai instrumen penangkalan (deterrence effect), pendorong modernisasi taktis, sekaligus penegasan posisi geopolitik Indonesia yang independen di kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga: Latgabma Super Garuda Shield 2025 Resmi Dibuka, Diikuti 13 Negara dengan 6.501 Prajurit

Arti penting Latihan militer bersama dengan AS dan 13 negara kontributor ini tentunya akan meningkatkan rasa saling percaya diri (mutual trust) antara negara peserta dalam menyikapi dinamika lingkungan strategis. Selain itu juga dapat meningkatkan kemampuan professional teknis dan practical yang dimiliki TNI AD, AL, dan AU.

"Harus ada sikap yang jelas keikutsertaan dalam latihan ini tidak berarti membentuk komitmen pertahanan kolektif atau berpihak pada blok kekuatan tertentu. Kita tetap harus memegang kebijakan luar negeri bebas aktif," ujarnya, Selasa (1/9/2026).

Mantan anggota Komisi I DPR ini menyebut, skala multinasional yang masif pada edisi 2026 memberikan efek penangkalan yang kuat terhadap potensi ancaman dari aktor negara asing. Kehadiran ribuan tentara dari 21 negara, termasuk Inggris, Prancis, Jepang, dan Australia mampu membangun kepercayaan antarmiliter demi menjaga kebebasan navigasi kawasan.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |