Dukung Hilirisasi, BPDP Dorong Korporatisasi Petani Sawit Berkelanjutan

3 hours ago 3

loading...

Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit BPDP Ahmad Munir (kanan) dalam Diskusi Uji Publik di USU, Medan, Selasa (15/9/2026). BPDP berkomitmen mendukung keberlanjutan industri sawit nasional. Foto/Dok. SindoNews

MEDAN - Badan Pengelola Dana Perkebunan ( BPDP ) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan industri sawit nasional melalui penguatan sektor perkebunan rakyat. Dengan luas tutupan kelapa sawit Indonesia yang saat ini mencapai 16,83 juta hektare, sinergi antara pemerintah, perusahaan perkebunan, dan asosiasi menjadi kunci utama dalam memperkuat daya saing serta kesejahteraan para pekebun.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Perkebunan Kelapa Sawit BPDP, Ahmad Munir, dalam Diskusi Uji Publik bertema Kemitraan Petani-Perusahaan Dalam Membangun Petani Yang Handal dan Kompetitif, Melalui Intensifikasi Lahan dan Industrialisasi. Agenda ini diselenggarakan oleh Rumah Sawit Indonesia (RSI) bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan, Selasa (15/9/2026). Baca juga: Apkasi dan BPDP Perkuat Kolaborasi Dorong Tata Kelola Sawit Berkelanjutan

Ahmad Munir mengungkapkan petani sawit saat ini dihadapkan pada serangkaian tantangan kompleks. Mulai dari masih rendahnya produktivitas tanaman, terbatasnya kapasitas hilirisasi produk di tingkat petani, hingga terpaan kampanye negatif (black campaign) yang memengaruhi citra industri sawit di pasar global.

Menjawab tantangan tersebut, BPDP memastikan seluruh dukungan program pendanaan dari hulu hingga hilir bermuara pada upaya peningkatan produktivitas, nilai tambah, daya saing, serta kesejahteraan pekebun. ”Lingkup pemberdayaan yang dijalankan BPDP meliputi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan SDM, hingga riset dan pengembangan inovasi teknologi,” katanya.

Ahmad Munir menjelaskan, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk mengganti tanaman tua atau tidak produktif menggunakan benih unggul serta penerapan Good Agricultural Practices (GAP). Program ini dirancang tidak hanya untuk menggenjot produktivitas, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan industri sawit nasional secara menyeluruh.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |