loading...
Dua ayat terakhir Al Baqarah ini turun sebagai jawaban atas kegelisahan para sahabat setelah Allah menurunkan Surat Al-Baqarah ayat 284 yang mereka rasakan sangat berat. Foto ilustrasi/ist
Asbabun nuzul atau kisah dibalik turunnnya dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah, yakni ayat 285 dan 286, penting diketahui dan dipahami umat Islam. Dua ayat agung ini turun sebagai jawaban atas kegelisahan para sahabat setelah Allah menurunkan Surat Al-Baqarah ayat 284 yang mereka rasakan sangat berat.
Surat Al-Baqarah sendiri merupakan surat terpanjang dalam Al-Qur'an dengan jumlah 286 ayat. Para ulama menyebutnya sebagai Fusthaatul Qur'an (puncak Al-Qur'an) karena memuat berbagai hukum syariat yang tidak ditemukan secara lengkap dalam surat lainnya.
Selain memiliki kandungan hukum yang luas, dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah juga dikenal memiliki keutamaan yang sangat besar. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bahkan menganjurkan umat Islam untuk membacanya karena mengandung doa, keimanan, serta jaminan pertolongan dari Allah SWT.
Asbabun Nuzul
Kisah turunnya ayat 285 dan 286 diriwayatkan Imam Ahmad dan Imam Muslim dari Abu Hurairah RA.
Ketika Allah menurunkan Surat Al-Baqarah ayat 284 yang berbunyi: "Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan, niscaya Allah akan memperhitungkannya bagimu..." (QS Al-Baqarah: 284), para sahabat merasa sangat khawatir. Mereka memahami bahwa Allah akan menghisab segala sesuatu, termasuk lintasan hati yang tidak mampu mereka kendalikan.
Dalam riwayat tersebut disebutkan, para sahabat datang menemui Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam seraya berkata:
"Wahai Rasulullah, kami telah dibebani dengan amal yang mampu kami kerjakan seperti shalat, puasa, jihad dan sedekah. Kini turun ayat ini yang kami tidak sanggup melaksanakannya."
Mendengar kegelisahan itu, Rasulullah SAW bersabda:
"Apakah kalian hendak mengatakan sebagaimana Ahli Kitab sebelum kalian mengatakan, 'Kami dengar tetapi kami durhaka?' Katakanlah, 'Kami dengar dan kami taat. Kami memohon ampun kepada-Mu wahai Tuhan kami dan hanya kepada-Mu tempat kembali.'"
Para sahabat pun mengucapkan kalimat tersebut dengan penuh keimanan dan kepasrahan.
Allah Menenangkan Hati Para Sahabat
Setelah para sahabat menunjukkan sikap tunduk dan taat kepada Allah, turunlah ayat berikutnya, yakni Surat Al-Baqarah ayat 285, kemudian disusul ayat penutup surat tersebut, ayat 286 yang berisi kabar gembira:


















































