loading...
Italia akan menjual kapal induk Giuseppe Garibaldi kepada Indonesia karena dinilai sudah kuno dan ketinggalan zaman. Foto/X/@ArmyRecognition
ROMA - Italia menjual kapal induk Giuseppe Garibaldi ke Indonesia terutama untuk mengurangi biaya perawatan kapal-kapal tua, memperkuat hubungan industri pertahanan, dan memproyeksikan pengaruh di Asia Tenggara, sejalan dengan inisiatif gerbang global Uni Eropa.
Penjualan ini memungkinkan Roma untuk mengalihkan dana ke proyek-proyek masa depan, seperti potensi kapal induk bertenaga nuklir, sekaligus memperkuat kemitraan strategis di Indo-Pasifik. Namun, Italia ingin memiliki kapal induk dengan teknologi yang lebih modern menjadi alasan lainnya.
5 Alasan Italia Menjual Kapal Induk Giuseppe Garibaldi, Salah Satunya Kuno dan Ketinggalan Zaman
1. Membuka Pasar Ekspor Baru di Asia Tenggara
Penjualan Garibaldi memungkinkan pembuat kapal Italia, Fincantieri, untuk membuka pasar ekspor baru di Asia Tenggara, mendorong kemitraan perawatan, pelatihan, dan logistik jangka panjang.
2. Melakukan Modernisasi
Italia meningkatkan kemampuan angkatan lautnya dengan kapal-kapal yang lebih baru seperti Cavour dan berpotensi menjajaki kapal induk bertenaga nuklir, sehingga Garibaldi yang sudah tua menjadi tidak dibutuhkan lagi.
Melansir ilsole24ore, setelah berpartisipasi dalam misi di Balkan, Afghanistan, dan Libya, kapal tersebut telah berada dalam status cadangan sejak 1 Oktober 2024 di Arsenal Militer Maritim Taranto. Selama bertahun-tahun, kapal ini memainkan peran sekunder setelah kedatangan Cavour (2008) dan, baru-baru ini, kapal utama Trieste (2022).
Baca Juga: Cegah Invasi AS, Iran Siap Berkompromi untuk Capai Kesepakatan Nuklir
3. Memperkuat Pengaruh Geopolitik
Kesepakatan ini meningkatkan peran Italia sebagai mitra keamanan utama di Indo-Pasifik, menawarkan penyeimbang terhadap pengaruh regional lainnya.
4. Dukungan untuk Indonesia
Transaksi yang bernilai sekitar USD450 juta (termasuk peralatan pendukung) ini mendukung tujuan Indonesia untuk mentransformasikan angkatan lautnya menjadi kekuatan yang mampu beroperasi di perairan internasional.
Melansir ilsole24ore, dengan penjualan kapal induk ini, Indonesia menjadi pelanggan Asia terbesar Italia dengan kontrak senilai lebih dari USD 1,6 miliar. Pada Maret 2024, Fincantieri menandatangani kontrak senilai EUR 1,18 miliar untuk dua Kapal Patroli Lepas Pantai Serbaguna kelas Thaon di Revel, yang berganti nama menjadi KRI Brawijaya-320 (sebelumnya Marcantonio Colonna) dan KRI Prabu Siliwangi-321 (sebelumnya Ruggiero di Lauria).
5. Sudah Kuno dan Ketinggalan Zaman
Kapal Garibaldi, yang telah bertugas selama beberapa dekade, sedang digantikan di Angkatan Laut Italia, dan penjualannya mewakili pergeseran menuju platform yang lebih modern dan mumpuni, memperkuat posisi Italia sebagai pengekspor angkatan laut terkemuka.
Melansir ilsole24ore, kapal induk tersebut, dengan panjang 180 meter dan bobot 13.370 ton, dibangun di galangan kapal Fincantieri Monfalcone. Kapal ini mulai beroperasi pada 30 September 1985 sebagai kapal penjelajah kapal induk dan bertugas sebagai kapal utama dari tahun 1987 hingga 2011, berpartisipasi dalam misi internasional dari Somalia hingga Operasi Enduring Freedom.
(ahm)











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1233197/original/051827400_1463211299-WhatsApp_Web_kirim_dokumen.jpg)





