Trump Batal Serang Iran Besar-besaran, Krisis Rudal Patriot dan THAAD Amerika Jadi Alasan Sebenarnya?

17 hours ago 15

loading...

Krisis rudal pencegat untuk sistem pertahanan Patriot AS diduga jadi alasan sebenarnya Presiden Donald Trump membatalkan serangan besar-besaran terhadap Iran. Foto/EurAsian Times

WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) dan Israel telah memutuskan untuk membatalkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur energi Iran. Trump berdalih keputusannya untuk mengupayakan tercapainya kesepakatan guna mengakhiri konflik.

Pada saat yang hampir bersamaan, laporan yang diterbitkan oleh lembaga think tank yang berbasis di Amerika mengungkap bahwa persediaan rudal pencegat untuk sistem pertahanan udara utama Amerika; Patriot dan THAAD, telah menurun tajam. Krisis rudal pencegat ini membawa pasukan AS dan koalisi menerima risiko yang lebih besar dalam operasi pertahanan rudal di masa mendatang.

Baca Juga: Media Iran Olok-olok Trump setelah Batal Serang Teheran Besar-besaran

Ketika AS meluncurkan Operasi Epic Fury pada Februari 2026, Trump mengatakan permusuhan hanya akan berlangsung beberapa hari, tenggat waktu yang kemudian diubah menjadi beberapa minggu. Namun, lima bulan kemudian, belum ada tanda-tanda berakhirnya perang, yang kini telah meluas ke sebagian besar Timur Tengah.

Selama perang, AS telah menguras secara drastis rudal pencegat untuk sistem pertahanan udaranya, seperti yang didokumentasikan oleh lembaga think tank Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Amerika. Laporan CSIS memperkirakan bahwa stok rudal pencegat untuk sitem pertahanan Patriot dan THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) telah sangat berkurang dalam konflik yang sedang berlangsung melawan Iran.

Laporan yang diterbitkan pada 27 Juli 2026—“Renewed Iran War Would Test Diminished Interceptor Inventories" yang ditulis oleh Mark F. Cancian dan Chris H. Park—memperbarui penilaian CSIS sebelumnya yang dirilis sekitar gencatan senjata yang disepakati oleh kedua belah pihak pada 8 April 2026.

“Kampanye pertahanan udara sebagian besar berhasil dengan tingkat pencegatan yang tinggi—meskipun tidak sempurna. Meskipun beberapa serangan Iran berhasil melewati pertahanan, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pangkalan yang luas, serangan-serangan ini tidak mampu mengurangi operasi AS dan koalisi. Hal ini membutuhkan penggunaan pencegat secara ekstensif, dengan persediaan Patriot sekarang di bawah 1.000 dan persediaan THAAD sekitar 250,” bunyi laporan tersebut.

Laporan sebelumnya memperkirakan bahwa persediaan rudal pencegat Patriot AS menyusut sebesar 55%. Namun, angka terbaru menunjukkan bahwa persediaan tersebut telah menyusut lebih lanjut sebesar 10% sejak gencatan senjata, dan sekitar 65% rudal pencegat Patriot AS telah hilang sejak perang dimulai.

Laporan tersebut memperkirakan bahwa persediaan rudal pencegat Patriot sekarang berada di bawah 1.000 (angka terbaru menempatkan kisarannya pada 759–827) dan persediaan THAAD berada di sekitar 250 (angka terbaru menempatkannya sekitar 234–278).

Kedua sistem tersebut telah banyak digunakan untuk mempertahankan pangkalan AS, mitra Teluk, dan Israel dari serangan rudal balistik, rudal jelajah, dan ancaman Iran lainnya. CSIS tampaknya mengambil perkiraannya dari dokumen legislatif dan anggaran Pentagon yang tersedia untuk umum, ditambah dengan data sumber terbuka tentang amunisi yang digunakan di Teluk.

“Berkurangnya persediaan dapat memaksa Amerika Serikat dan mitra koalisinya untuk mengambil lebih banyak risiko dengan pencegatan. Tidak ada alternatif yang baik untuk Patriot dan THAAD untuk pertahanan rudal balistik. Kapal-kapal Angkatan Laut, dengan Rudal Standar yang dapat mencegat ancaman tersebut, umumnya terlalu jauh,” imbuh laporan CSIS.

Yang perlu diperhatikan, sebuah laporan NBC News baru-baru ini menyatakan bahwa komandan AS memilih untuk tidak menembak jatuh proyektil Iran yang menuju ke wilayah tak berpenghuni di sekitar lokasi basis militer AS karena mereka tidak ingin menyia-nyiakan rudal pencegat Patriot mereka.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |