Jawaban Bahlil soal Kemungkinan Kenaikan Harga BBM Subsidi

12 hours ago 12

loading...

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan, penurunan harga Pertamax merupakan konsekuensi dari melemahnya minyak dunia, lantas bagaimana dengan BBM subsidi Pertalite. Foto/Dok

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax merupakan konsekuensi dari pelemahan harga minyak dunia. Karena itu harga BBM nonsubsidi akan terus menyesuaikan dengan perkembangan harga pasar global.

Hal tersebut disampaikan Bahlil kepada awak media usai melapor kepada Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/8/2026). Bahlil mengatakan kedatangannya ke Istana untuk berkonsultasi mengenai pekerjaan rutin di sektor ESDM.

"Datang mau apa melapor kepada Bapak Presiden, untuk melakukan konsultasi terhadap pekerjaan-pekerjaan rutin di ESDM," kata Bahlil.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?

Ia menjelaskan, pembahasan dengan Presiden antara lain terkait sektor energi dan kelistrikan. "Ya menyangkut energi, ya menyangkut dengan listrik juga," ujarnya.

Menanggapi penurunan harga Pertamax per 1 Agustus 2026, Bahlil menegaskan mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP). "Ya kan saya dari awal katakan bahwa menyangkut dengan BBM yang non-subsidi itu harganya itu kan memang akan mengikuti harga pasar dunia, ICP," ujar Bahlil.

Baca Juga: Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?

Menurutnya, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM nonsubsidi juga akan mengalami penyesuaian. "Jadi kalau harga dunianya turun, dengan sendirinya akan terkoreksi. Tapi kalau naik, pasti juga akan naik. Dan sekarang kan lagi turun. Dan kemudian badan usaha swasta melakukan koreksi terhadap penurunan harga itu. Nah sekarang lagi turun kan," katanya.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |