loading...
Dalam tradisi intelektual Islam, kesuksesan dalam mencari ilmu bisa diukur melalui sejauh mana ilmu yang diperolehnya memiliki keberkahan dan manfaat, baik bagi diri sendiri atau orang lain. Foto ilustrasi/freepik
Dalam tradisi intelektual Islam, kesuksesan dalam mencari atau menuntut ilmu bisa diukur melalui sejauh mana ilmu yang diperolehnya memiliki keberkahan dan manfaat, baik bagi diri sendiri atau orang lain.
Salah seorang Guru Besar Rubath Tarim Yaman, Habib Abdullah bin Abdurrahman Al-Mauhdhar memberikan sejumlah tips bagi penuntut ilmu agar memperoleh kesuksesan dari proses studinya. Ulama Yaman yang dikenal sebagai kota seribu wali ini setidaknya menyampaikan empat hal, yakni:
1. Efektivitas Manajemen Waktu
Pembagian kegiatan yang jelas dalam proses belajar sangat mempengaruhi kesuksesan studi. Dalam hal ini, Habib Abdullah mengutip sebuah ungkapan Imam Syafii yang cukup populer: "Waktu itu bagaikan pedang, jika engkau tidak menggunakannya dengan baik, ia akan memotongmu."
Kemudian, Habib Abdullah menyampaikan, memaksimalkan waktu untuk belajar bukan berarti harus mengerahkan seluruh kegiatan dalam satu hari penuh untuk terus membaca, menghafal, menulis, dan kegiatan akademik lainnya, akan tetapi bagaimana kiranya tetap bisa produktif dan menghasilkan pencapaian maksimal dalam belajar.
"Jadi harus jelas dan teratur. Kapan waktu untuk belajar, kapan waktu untuk ibadah, kapan waktu untuk tidur, dan seterusnya," terangnya.
2. Mengamalkan Ilmu
Habib Abdullah menekankan, keberhasilan seseorang dalam proses belajar bukan diukur dari sebanyak apa pengetahuan yang diperoleh, melainkan sejauhmana ia mampu mengamalkan setiap ilmu yang didapatnya. Berkaitan hal ini, ia mengutip salah satu hadis Nabi berikut:
مَن عَمِلَ بِمَا عَلِمَ أَوْرَثَهُ اللهُ عِلْمَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya: "Barangsiapa yang mengamalkan ilmunya, niscaya Allah akan menganugerahkan dirinya ilmu yang belum ia ketahui sebelumnya."
Ihwal hadis di atas, petinggi Ulama Syekh Izzuddin bin Abdissalam dalam fatwanya menyampaikan, ketika seorang muslim mengamalkan ilmunya untuk beribadah, maka Allah akan memberinya pengetahuan yang tidak terduga.
Sebab, pada setiap ibadah yang kita perbuat, Allah akan menganugerahi ilham kepada pelakunya. Ilham merupakan pengetahuan otomatis yang Allah berikan kepada hamba yang dikehendaki-Nya karena faktor tertentu.
Baca juga: 10 Keutamaan Menuntut Ilmu, Dapat Perlindungan hingga Didoakan Penduduk Langit dan Bumi
3. Kualitas Iman Semakin Bertambah
Pencari ilmu agama sejati adalah mereka yang keimanannya semakin kuat seiring dengan bertambahnya ilmu. Sehingga, jika iman seseorang tidak mengalami kenaikkan atau justru berkurang padahal wawasan keislamannya meningkat, bisa jadi hal itu indikasi kegagalannya dalam proses belajar.