Tak Mau Pasang Badan! Mengapa Rusia dan China Minta AS Bebaskan Maduro?

1 day ago 7

loading...

Tak mau pasang badan! Rusia dan China minta AS bebaskan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Foto/X/@ABC

CARACAS - Rusia dan China tak mau pasang badan membela Venezuela ketika diserang pasukan Amerika Serikat (AS). Dua negara sekutu utama Caracas tidak mengirimkan pasukannya untuk mencegah serangan AS.

Tak Mau Pasang Badan! Mengapa Rusia dan China Minta AS Bebaskan Maduro?

1. Melanggar Hukum Internasional

Kementerian Luar Negeri China mengatakan AS harus membebaskan Maduro dan istrinya, menyebut penangkapan mereka sebagai "pelanggaran nyata terhadap hukum internasional".

“China menyatakan keprihatinan mendalam atas penangkapan paksa Presiden Nicolás Maduro dan istrinya oleh AS dan membawa mereka keluar negeri,” kata pernyataan yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut, dilansir Al Jazeera.

“Langkah AS jelas melanggar hukum internasional, norma-norma dasar dalam hubungan internasional, dan tujuan serta prinsip-prinsip Piagam PBB. China menyerukan kepada AS untuk memastikan keselamatan pribadi Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, membebaskan mereka segera, menghentikan upaya penggulingan pemerintah Venezuela, dan menyelesaikan masalah melalui dialog dan negosiasi.”

Baca Juga: Zelensky Sarankan Trump Tangkap Putin usai Pasukan Khusus AS Culik Maduro

2. Maduro Adalah Presiden Sah dari Negara Berdaulat

Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Sabtu menyerukan pembebasan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya dari tahanan AS setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa mereka ditangkap selama serangan militer di ibu kota Caracas.

“Kami dengan tegas menyerukan kepada pimpinan AS untuk mempertimbangkan kembali posisi ini dan membebaskan presiden terpilih yang sah dari negara berdaulat dan istrinya,” kata Kementerian Luar Negeri dalam sebuah pernyataan, menekankan perlunya menyelesaikan konfrontasi dramatis ini melalui diplomasi.

3. Membangun Soliditas dengan Rakyat Venezuela

Dalam pesan terpisah, kementerian tersebut mengatakan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov berbicara melalui telepon dengan Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez Gomez, di mana ia menyatakan “solidaritasnya dengan rakyat Venezuela dalam menghadapi agresi bersenjata.”

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |