Sosok Sultan Ibrahim, Miliarder Sekaligus Raja Malaysia yang Ketus pada DPR demi Rakyat

4 days ago 11

loading...

Sultan Ibrahim, miliarder sekaligus raja Malaysia yang ketus pada Parlemen demi membela rakyat Malaysia. Foto/Instagram/officialsultanibrahim

JAKARTA - Sultan Ibrahim bin Sultan Iskandar adalah Yang di-Pertuan Agong atau Raja Kerajaan Malaysia. Dia dikenal sebagai miliarder dengan dengan kekayaan keluarga sekitar USD5,7 miliar (Rp92,6 triliun).

Dia merupakan penguasa yang vokal dan bertekad untuk memberikan pengaruh serta menolak menjadi apa yang disebutnya sebagai "raja boneka" di pemerintahan Malaysia.

Miliarder berusia 66 tahun ini naik takhta tahun lalu di bawah sistem monarki konstitusional Malaysia yang unik, di mana sembilan penguasa turun-temurun, yang dikenal sebagai "sultan", bergantian menjadi raja.

Baca Juga: Miliarder John Fredriksen Tinggalkan Inggris, Sebut Dunia Barat Menuju Kehancuran

Sultan Ibrahim, yang memimpin Johor, negara bagian terpadat kedua di Malaysia, dianggap sebagai salah satu tokoh paling berkuasa dan kaya di negara ini jauh sebelum naik takhta. Dia menonjol bahkan di antara para sultan karena kekayaannya yang begitu sering dia pamerkan.

Sang raja, yang digambarkan oleh Bloomberg sebagai "pengendara sepeda motor, pengemudi Ferrari, dan aktif di Instagram", memiliki koleksi 300 mobil mewah dan empat jet pribadi, termasuk sebuah Boeing 737, serta memiliki kehadiran yang kuat di media sosial dengan lebih dari 1,1 juta pengikut di Facebook dan 973.000 pengikut di Instagram.

Meskipun banyak perhatian tertuju pada kekayaan dan pengaruhnya, dia juga dikenal karena menyuarakan isu-isu yang biasanya diserahkan kepada politisi terpilih.

Meskipun peran raja di Malaysia sebagian besar bersifat seremonial, Sultan Ibrahim telah menegaskan bahwa dia tidak berniat menghabiskan lima tahun masa pemerintahannya sebagai "raja boneka", melainkan bersumpah untuk memerangi korupsi dan memajukan persatuan nasional.

Dia telah memposisikan dirinya sebagai raja rakyat dan mengadvokasi toleransi di Malaysia. Dia pernah menyatakan bahwa dia berdiri bersama rakyatnya, alih-alih bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Parlemen terpilih.

"Ada 222 dari Anda (anggota Parlemen) di Parlemen—ada lebih dari 30 juta di luar," katanya dalam sebuah wawancara dengan The Straits Times di akhir tahun 2023. "Saya tidak bersama Anda. Saya bersama mereka."

Dalam pidato kerajaan di sidang Parlemen awal bulan ini, dia meminta anggota Parlemen untuk "berhenti berpolitik" dalam setiap isu untuk memprioritaskan kepentingan satu partai atau kelompok, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Malaysia, The Star.

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |