Siapa Caspar Veldkamp? Menlu Belanda yang Mundur karena Gagal Memberikan Sanksi bagi Israel

6 days ago 12

loading...

Caspar Veldkamp mengundurkan diri sebagai menteri luar negeri Belanda. Foto/X/marcelbar8

AMSTERDAM - Menteri Luar Negeri Belanda Caspar Veldkamp mengundurkan diri setelah gagal mendapatkan dukungan kabinet untuk sanksi tambahan terhadap Israel atas serangan militernya di Gaza. Veldkamp, anggota partai Kontrak Sosial Baru yang berhaluan kanan-tengah, mengatakan pada hari Jumat bahwa ia tidak dapat mencapai kesepakatan tentang "langkah-langkah yang berarti" dan telah berulang kali menghadapi penolakan dari rekan-rekannya atas sanksi yang sudah berlaku.

Upayanya termasuk memberlakukan larangan masuk bagi menteri sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir, dengan alasan peran mereka dalam memicu kekerasan pemukim terhadap warga Palestina.

Veldkamp juga mencabut tiga izin ekspor untuk komponen kapal angkatan laut, memperingatkan "kondisi yang memburuk" di Gaza dan "risiko penggunaan akhir yang tidak diinginkan".

"Saya juga melihat apa yang terjadi di lapangan di Gaza, serangan terhadap Kota Gaza, dan apa yang terjadi di Tepi Barat, keputusan pembangunan permukiman E1 yang disengketakan, dan Yerusalem Timur," kata Veldkamp kepada wartawan.

Siapa Caspar Veldkamp? Menlu Belanda yang Mundur karena Gagal Memberikan Sanksi bagi Israel

1. Memiliki Peran yang Strategis

Kepergiannya membuat Belanda tidak memiliki menteri luar negeri karena Uni Eropa sedang berupaya mendapatkan jaminan keamanan untuk Ukraina dan melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat mengenai tarif.

Setelah pengunduran dirinya, seluruh menteri dan sekretaris negara bagian dari Kontrak Sosial Baru menegaskan dukungan mereka kepada Veldkamp dan mengundurkan diri dari pemerintahan sementara sebagai bentuk solidaritas.

Meskipun Veldkamp telah mengumumkan larangan perjalanan untuk dua menteri Israel beberapa minggu yang lalu, Vaessen mengatakan menteri luar negeri tersebut menghadapi tuntutan yang semakin meningkat setelah serangan Israel di Kota Gaza dan "meningkatnya agresi" yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah Belanda "lebih banyak lagi".

“Veldkamp juga telah mendesak penangguhan perjanjian perdagangan antara Uni Eropa dan Israel,” tambah Vaessen, seraya mencatat bahwa menteri luar negeri Belanda “semakin frustrasi karena Jerman menghalanginya. Jadi, ada juga desakan dari parlemen Belanda bahwa Belanda seharusnya tidak lagi menunggu sanksi Eropa, tetapi harus menjatuhkan sanksi hanya kepada Israel.”

Read Entire Article
Jatim | Jateng | Apps |